Posko pengaduan buruh migran Suriah dibuka

Situasi di Suriah semakin buruk dan korban terus berjatuhan
Kelompok pemerhati hak-hak buruh migran, Migrant Care, membuka posko pengaduan bagi keluarga buruh migran di Suriah.
Posko yang dibuka di 20 lokasi di tujuh provinsi seluruh Indonesia ini bertujuan untuk mengumpulkan data-data dari sekitar 15 ribu buruh migran yang masih berada di Suriah dan harus dievakuasi.
"Kita mengharapkan keluarga memberi kami nama TKI di sana, alamat, kontaknya berapa jadi kita bisa menindaklanjuti pengaduan ini untuk dievakuasi di sana," kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, pada BBC Indonesia.
Ia menambahkan krisis politik di Suriah semakin buruk dan korban dari warga sipil terus berjatuhan.
"Hingga hari ini progress pemerintah Indonesia dalam upaya evakuasi warga negara Indonesia termasuk buruh migran Indonesia di Suriah sangat lambat, " kata Anis lagi.
Migrant Care melihat bahwa ketiadaan data selalu dijadikan alasan pemerintah akan lambatnya evakuasi.
Diperkirakan ada sekitar 15 ribu buruh migran Indonesia di Suriah dan baru 230 orang saja yang telah dievakuasi dari rumah majikan mereka.
"Semestinya kemenakertrans bisa segera menginstruksikan seluruh disnaker di seluruh Indonesia untuk membuka pengaduan bagi keluarga buruh migran di Suriah. Tetapi pemerintah cenderung pasif," kata Anis.
Migrant Care berharap keluarga TKI dapat mendatangi posko-posko yang tersebar di Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa barat, NTT, NTB dan Banten.








