KPK tetapkan mantan Kakorlantas tersangka sejak 27 Juli

kpk Hak atas foto Reuters
Image caption Ketua KPK Abraham Samad akan bertemu dengan Kapolri Jend. Timur Pradopo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 27 Juli telah menetapkan mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri, DS, sebagai tersangka dalam kasus pengadaan simulator kendaraan.

Pernyataan itu disampaikan juru bicara KPK Johan Budi dalam jumpa pers bersama Karo Penmas Polri di Jakarta hari ini.

"Sejak 27 Juli telah meningkatkan penyelidikan terhadap pengadaan simulator kendaraan roda dua dan empat pada Korlantas Mabes Polri tahun anggaran 2011 dari penyelidikan ke penyidikan dengan tersangka DS yang pernah menjabat dirlantas atau kakorlantas," kata Johan Budi.

Pada Senin malam hingga Selasa dini hari, tim KPK mengadakan penggeledahan di kantor Korlantas di Jl Mt Haryono, Jakarta dan menyita sejumlah dokumen serta data terkait kasus ini.

DS disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Sedangkan Boy Rafli Amar mengatakan Polri mendukung KPK dalam penyidikan kasus tersebut.

"Kita melihat secara proporsional terhadap beberapa dugaan pelanggaran hukum, termasuk jika ada tindak pidana pelanggaran hukum yang dilakukan oleh anggota kita," kata Boy.

Pimpinan Polri akan melakukan evaluasi terkait dugaan keterlibatan anggota mereka dalam kasus ini.

"Sambil berjalan [kasus ini], dengan azas praduga tak bersalah, kita juga akan melakukan evaluasi," kata dia.

Siang ini, Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan ketua KPK Abraham Samad akan mengadakan pertemuan khusus di Mabes Polri untuk membahas langkah selanjutnya setelah penetapan tersangka dan penggeledahan.

Berita terkait