Jenderal polisi Djoko Susilo tidak ditahan

Terbaru  5 Oktober 2012 - 20:10 WIB

Dukungan terhadap KPK dalam penyidikan kasus dugaan korupsi simulator SIM.

Mantan Kepala Korps lalu lintas kepolisian, Inspektur Jenderal Djoko Susilo, tersangka kasus dugaan korupsi simulator SIM, tidak ditahan KPK usai pemeriksaan pertamanya berakhir.

Setelah diperiksa sekitar sembilan jam pada Jumat (05/10), Djoko yang didampingi tim kuasa hukumnya, langsung meninggalkan Kantor KPK sekitar pukul 17.45 WIB.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi KPK tentang alasan pihaknya tidak menahan Djoko.

Namun siang tadi, Ketua KPK Abraham Samad yang tengah berada di Makasar, Sulsel, mengatakan kepada wartawan, pihaknya tidak akan menahan Djoko, karena mayoritas pimpinan KPK tidak berada di tempat.

Padahal, menurutnya, penahanan terhadap seorang tersangka dapat dilakukan apabila minimal dihadiri tiga pimpinan KPK yang akan menandatangani surat perintahnya.

"Saya ada di Makassar, Pak Bambang berada di Samarinda, Adnan Pandu di Malaysia. Jadi yang ada di Jakarta hanya Pak Muqoddas dan Zulkarnain," katanya.

"Jelas tidak bisa dilakukan penahanan hari ini, karena syaratnya minimal ada tiga pimpinan KPK," tambahnya.

'Patuhi aturan hukum'

Usai diperiksa, Djoko Susilo memberikan keterangan singkat kepada wartawan yang mencegatnya di pintu keluar gedung KPK.

"Saya hari ini menjalani proses hukum. Karena itu, saya patuhi aturan hukum. Maka saya akan ikut proses (hukum) berikutnya."

Irjen polisi Djoko Susilo

"Saya hari ini menjalani proses hukum," kata Djoko, yang dijaga ketat belasan aparat kepolisian, sambil berjalan menuju mobil, seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan.

"Karena itu, saya patuhi aturan hukum. Maka saya akan ikut proses (hukum) berikutnya."

Sementara itu, saat ditanya wartawan, kapan KPK akan memeriksa kembali Djoko Susilo, Ketua KPK Abraham Samad siang tadi mengaku belum tahu.

"Kalau ke depannya, saya belum tahu kapan dijadwalkan,"jelasnya di Makasar, Sulsel.

KPK telah menetapkan Djoko sebagai tersangka sejak akhir Juli lalu.

Diprotes pegiat anti korupsi

Djoko diduga menyalahgunakan kewenangannya sehingga mengakibatkan negara rugi Rp 100 miliar dalam proyek simulator SIM senilai Rp 196 miliar.

Unjuk rasa mendukung KPK terus digelar para aktivis anti korupsi dan mahasiswa di depan kantor KPK.

Pekan lalu, Djoko mangkir dari panggilan pemeriksaan KPK.

Kuasa hukumnya, Hotma Sitompul saat itu mengatakan, kliennya menolak hadir, karena alasan "apakah dapat dibenarkan surat panggilan dalam kasus yang sama dilayangkan dua instansi penegak hukum".

Pada Agustus lalu KPK mulai menangani kasus ini namun belakangan Mabes Polri dilaporkan juga ikut melakukan penyidikan atas kasus yang sama.

Kedua lembaga telah menetapkan Djoko Susilo menjadi salah satu tersangka dalam kasus tersebut.

Baik Polisi maupun KPK mengatakan mereka berhak menangani kasus tersebut.

Sikap kepolisian ini diprotes kalangan pegiat anti korupsi yang menganggap tindakan tersebut sebagai upaya pelemahan KPK.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.