Jakarta relatif terang, puncak hujan

Bundaran HI Jakarta
Image caption Pada puncak banjir Kamis (17/1) genangan di Bundaran HI mencapai sekitar 1 meter.

Sejak Sabtu (19/1) hingga Minggu, cuaca wilayah Jakarta dan sekitarnya relatif cerah dengan hanya sedikit intensitas hujan, namun kekhawatiran akan munculnya banjir kiriman kembali mencuat akibat hujan yang turun sejak pagi di kawasan Puncak.

Posko pemantauan Pintu Air Katulampa Bogor melaporkan tinggi air belum berubah sejak Sabtu yakni 80cm dengan status Siaga IV.

"Kita sementara aman, tetapi kita pantau terus ini hujan di Puncak. Memang belum merata tapi intensitasnya diramalkan sedang jadi kita harus tetap kontrol," kata Andi Sudirman Kepala Posko Pintu Air Katulampa kepada Dewi Safitri dari BBC.

Curah hujan tinggi di kawasan Puncak merupakan salah satu ancaman banjir terbesar untuk wilayah Jakarta. Hujan tanpa henti dalam beberapa jam dengan curah tinggi, dikenal dengan istilah hujan ekstrim, sangat berpotensi membanjiri jakarta.

Menjelang puncak banjir Jakarta hari Kamis tinggi air di Katulampa, yang merupakan buangan dari sisa hujan di Puncak, tercatat mencapai 210cm atau masuk kategori siaga II. Dengan curah hujan sangat tinggi di Jakarta, saluran air termasuk banjir Kanal Barat dan Timur serta sejumlah tanggul di Jakarta tak mampu menahan deras debit air.

"Katulampa bukan berfungsi sebagai bendungan atau waduk, jadi kalau debit tinggi kita harus langsung lapor sebagai warning system," tambah Andi.

Kewaspadaan menurut Andi justru harus makin ditingkatkan karena pengalaman bencana sebelumnya juga menunjukkan curah hujan tertinggi kawasan puncak selalau berlangsung pada ujung bulan Januari atau awal Februari.

"Pengalaman (banjir) tahun 1996, 2002, 2007 sampai 2010 begitu. (Ketinggian air) seluruhnya diatas 250cm dengan debit 630ribu liter/detik."

Titik genangan

Cuaca yang cukup cerah dua hari terakhir telah mengurangi tinggi genangan dis jeumlah wilayah banjir di Jakarta, namun di beberapa titik banjir bertahan bahkan ada yang meninggi.

Menurut rilis tertulis Pusat Pengaturan Lalu Lintas (TMC) Polda Metro Jaya beberapa titik yang masih tergenang banjir umumnya berada di bilangan Jakarta Barat dan Utara.

Air setinggi 20-30cm masih menggenangi bilangan Citraland Grogol, tetapi ruas jalan sudah dapat dilalui motor atau mobil. Di depan kampus Trisakti dan Universitas Tarumanagara, juga bilangan Grogol, genangan air masih tinggi mencapai 50-60cm sehingga hanya kendaraan yang cukup tinggi (seperti truk) yang dapat melintas. Polisi menyarankan pengendara motor tak melalui jalur ini karena berisiko mogok.

Genangan tinggi sekitar setengah meter juga dilaporkan bertahan di ruas Jalan Daan Mogot termasuk titik Kantor Dispenda, SPBU dan Pasar Daan Mogot. Genangan lebih tinggi masih bertahan pula di sekitar PLN Rawa Buaya yang mencapai 60 centimeter.

Genangan sekitar setengah meter lainnya tercatat di kawasan Jembatan Lima Jakarta Barat, serta Asemka dan Taman Sari Jakarta Pusat.

Ruas depan kawasan pertokoan Harco Mangga Dua juga masih cukup dalam untuk dapat dilintasi kendaraan.

Ruas menuju bandar udara Sukarno-Hatta yakni alur bawah KM 24 Tol Bandara ke arah Pluit juga masih tergenang cukup tinggi sehingga aparat mengalihkan lalu lintas ke jalur atas.

Berita terkait