HRW: Indonesia gagal lindungi penganut agama minoritas

Serangan terhadap warga Ahmadiyah
Image caption HRW menyebut para pelaku serangan hanya dihukum ringan.

Pemerintah Indonesia dituduh gagal melindungi pemeluk agama minoritas di tengah kekerasan dan intoleransi yang dikatakan meningkat akhir-akhir ini.

Tuduhan ini tercantum dalam laporan terbaru organisasi HAM, Human Rights Watch (HRW).

HRW mendesak Presiden Yudhoyono untuk mengambil tindakan tegas dan menghukum para pelaku serangan terhadap pemeluk agama minoritas tanpa pandang bulu.

"Jika pemerintah tidak tegas mengatasi kasus kekerasan dan intoleransi agama ini, kita mungkin akan melihat masyarakat Indonesia menjadi kurang memiliki tenggang rasa," kata Phelim Kine, Wakil Direktur HRW untuk kawasan Asia.

HRW juga khawatir kasus-kasus tersebut akan berdampak pada investasi di Indonesia.

Kelompok militan Islam

Kelompok penekan ini menyatakan adanya peningkatan serangan terhadap orang-orang Kristen, Buddha, dan Islam yang minoritas seperti Syiah maupun Ahmadiyah dan banyak di antaranya yang dilakukan kelompok militan Islam.

Menurut HRW, para penyerang mendasarkan aksi mereka berdasarkan intepretasi ajaran Islam Sunni yang sangat konservatif.

Lebih 100 orang dengan latar belakang agama yang berbeda diwawancara oleh para peneliti HRW.

Organisasi yang berkantor pusat di New York ini menyatakan sering pelaku serangan hanya mendapatkan hukuman ringan atau tidak dihukum sama sekali.

Menanggapi laporan ini pemerintah Indonesia mengatakan secara umum kerukunan kehidupan beragama masih kuat.

Berita terkait