Mantan elit GAM gabung ke Partai Gerindra

Image caption Partai Gerindra mengklaim sejumlah mantan petinggi GAM bergabung ke partai tersebut.

Sejumlah mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka, GAM, menyatakan bergabung ke Partai Gerindra, demikian keterangan politisi senior Partai Gerindra.

Mereka diberi kepercayaan untuk menduduki posisi penting partai berlambang kepala burung garuda itu di wilayah Aceh, kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, dalam keterangan tertulis yang dikirim kepada media, Jumat (22/03).

“Kehadiran tokoh-tokoh GAM ini," kata Fadli, "merupakan kekuatan baru yang akan mampu memenangkan Partai Gerindra, khususnya di NAD, sekaligus memenangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden mendatang."

Menurutnya, salah-seorang mantan elit GAM yang memilih bergabung ke Partai Gerindra adalah mantan Panglima GAM Muzakkir Manaf, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur NAD.

Partai terbuka

Mantan petinggi GAM lainnya yang disebut Fadli ikut bergabung ke partainya adalah TA Khalid, Maulisman Hanafiah, Fadhlullah, Kamaruddin Abu Bakar, Darwis Jeunib, Sarjani Abdullah, Ayub bin Abbas, serta Zulkarnaini Hamzah.

Mereka kemudian dipercaya untuk duduk sebagai pimpinan teras DPD Partai Gerindra Aceh.

Lebih lanjut Fadli Zon mengatakan, kehadiran mantan petinggi GAM ini menunjukkan bahwa partainya merupakan "partai terbuka".

Selain itu, lanjutnya, partainya juga merekrut sejumlah aktivis Aceh, mantan birokrat, mantan anggota DPRA, aktivis perempuan, serta wartawan Aceh.

Sampai pukul 12.30 WIB, BBC Indonesia belum dapat menghubungi pimpinan Partai Aceh untuk mengkonfirmasi pernyataan Faldi Zon ini.

Berita terkait