KAI dan Pertamina tunggu hasil penyelidikan

Image caption Truk pengangkut BBM terbakar sesaat setelah tabrakan terjadi.

PT Kereta Api Indonesia dan Pertamina mengatakan menunggu hasil penyelidikan kepolisian dan KNKT tentang penyebab kecelakaan rangkaian kereta komuter line dan truk pengangkut BBM milik Pertamina di Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (09/12) siang.

Hal ini mereka utarakan setelah beredar informasi tentang dugaan awal penyebab kecelakaan, mulai pintu lintasan kereta yang tidak berfungsi hingga sopir truk yang menyelonong lintasan kereta.

"Untuk hal-hal yang sifatnya itu menyangkut penjaga perlintasan pintu yang belum ditutup, itu biar penyidik. Tentunya kan nanti ada bukti-bukti secara teknis," kata juru bicara PT Kereta Api Indonesia, KAI, Sugeng Priyono, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Senin sore.

Informasi awal yang dihimpun Polsek Pesanggrahan, Jaksel, dari sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, menyebutkan pintu lintasan kereta api tidak berfungsi.

"Menurut satpam yang jaga, mobil (tangki BBM) nyelonong saja, karena pintu perlintasan seharusnya turun 'kan," kata Kapolsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kombes Deddy Arnadi, saat dihubungi BBC Indonesia melalui telepon.

Image caption Petugas menyelamatkan korban luka-luka dari gerbong komuter line.

Sejauh ini polisi dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi, KNKT, belum memeriksa petugas di pintu lintasan kereta serta pengemudi mobil tangki BBM milik Pertamina.

Adapun sopir dan kenek truk BBM -yang mengalami luka bakar- saat ini tengah dirawat di RS Pertamina, Jaksel.

Gugatan ke Pertamina

Namun demikian, juru bicara PT KAI, Sugeng Priyono, mengatakan apabila hasil penyelidikan membuktikan bahwa sopir truk pengangkut BBM milik Pertaminan menyelonong pintu perlintasan, pihaknya akan melayangkan gugatan ke Pertamina.

Image caption Pemadam kebakaran memadamkan api yang melalap salah-satu gerbong.

"PT Kereta Api, ketika itu ada korban dan ada kerugian, pasti menempuh jalur hukum, kalau itu memang ada unsur kelalaian," kata Sugeng.

Ditanya apa unsur kelalaian tersebut, Sugeng mengatakan: "Mestinya kalau ada kendaraan melewati pintu lintasan, itu kan ada rambu. Rambu itu bukan buat pajangan. Rambu itu harus dilaksanakan. Nah, pastinya kami akan larinya ke situ."

Menanggapi rencana gugatan PT KAI, juru bicara Pertamina Ali Mundakir mengatakan, pihaknya menunggu hasil penyelidikan kepolisian dan otoritas terkait tentang penyebab tabrakan tersebut.

"Jadi kami tidak mau berspekulasi, dan sebaiknya semua pihak menunggu hasil resmi pihak berwajib agar tidak ada kesimpangsiuran informasi," kata Ali Mundakir kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Senin (09/12) sore.

Image caption Petugas berupaya menolong korban selamat dari gerbong komuter line.

Sejauh ini sedikinya lima orang tewas akibat tabrakan ini, termasuk masinis, teknisi rangkaian kereta komputer line, serta penumpang kereta.

Sementara sedikitnya 78 orang yang mengalami luka bakar telah dirawat di rumah sakit terdekat.

Lokasi kecelakaan ini tidak jauh dari tempat tabrakan dua rangkaian kereta api diesel, 26 tahun silam, yang menewaskan sekitar seratus penumpang, yang dikenal sebagai tragedi Bintaro.

Berita terkait