Menlu Inggris dukung transparansi Jokowi

hague, jokowi
Image caption William Hague dan Joko Widodo berbicara tentang pentingnya transparansi di pemerintahan.

Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mendukung keterbukaan informasi yang dilakukan oleh Pemda DKI Jakarta sebagai upaya pemberantasan korupsi.

"Kami bekerja sama untuk mendukung upaya penegakan anti korupsi dan meningkatkan transparansi. Semua negara bisa belajar satu sama lain," kata Hague dalam pertemuan singkatnya dengan Gubernur Jakarta, Joko Widodo di Balai Kota, Selasa (28/01).

"Di Inggris kita selalu mengupayakan pemerintahan yang terbuka, mempublikasikan semua informasi, termasuk informasi keuangan sehingga menjamin korupsi bisa diatasi dengan itu."

"Sangat senang berbicara dengan gubernur tentang upaya yang dilakukan. Ada banyak kesamaan aspek yang kita lakukan di Inggris dan di sini, di Jakarta," sambungnya, seperti dilaporkan Wartawan BBC Indonesia, Christine Franciska.

"Butuh waktu"

Sementara itu, Jokowi -sapaan akrab gubernur Jakarta- mengaku proses transparansi birokrasi di ibu kota membutuhkan waktu.

"Kita sudah mulai melakukan sejumlah program seperti online tax, e-budgeting, e-purchasing, dan cash management system."

"Termasuk juga keterbukaan postur anggaran dan sistem keluhan, tetapi butuh waktu untuk membawa birokrasi masuk ke sistem ini," katanya usai pertemuan.

Jokowi bersama Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama banyak menuai pujian karena secara terbuka mengumumkan jumlah gaji bulanan dan anggaran pemda tahunan kepada publik.

Namun di sisi lain, hasil kerja mereka masih banyak ditunggu terutama untuk mengatasi banjir dan kemacetan di ibu kota.

Kunjungan Hague ke Indonesia merupakan kunjungan Menlu Inggris pertama sejak 2005 lalu.

Selain bertemu Joko Widodo, Hague dijadwalkan akan bertemu dengan Menlu Marty Natalegawa untuk membicarakan kembali hubungan dua negara dan isu global.

Berita terkait