Survei: Kebebasan pers di Indonesia meningkat

jakarta
Image caption Demo menuntut pembebasan wartawan Al Jazeera di Bundaran HI Jakarta

Kebebasan pers di Indonesia meningkat tujuh poin dibandingkan tahun sebelumnya berdasarkan survei global oleh lembaga pemantau media Reporters Without Borders (RSF-RWB) dengan berada di peringkat 132 di Indeks Kebebasan Pers Dunia.

Dalam survei yang melibatkan 180 negara ini Indonesia berada di bawah Thailand dan Brunei Darussalam.

Menanggapi hasil survei ini, Eko Maryadi dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengatakan masih banyak masalah yang dihadapi wartawan Indonesia.

"Yang paling konkrit dalam peringatan Hari Kebebasan Pers adalah menuntut Kapolri dan pemerintah untuk menuntaskan kasus pembunuhan wartawan Udin yang sudah 17,5 tahun tidak jelas arahnya," kata Eko kepada BBC Indonesia.

Ia mengatakan masalah pembunuhan wartawan mengarah kepada kebijakan menyangkut impunitas.

Image caption Kasus Udin akan kadaluarsa pada Agustus 2014

"Selain Udin, ada sembilan wartawan lain di Indonesia yang juga dibunuh. Kami mendesak Dewan Pers membentuk tim investigasi khusus yang beranggotakan wartawan dan kepolisian," tambahnya.

Ia berharap kasus pembunuhan Udin dan kasus-kasus lainnya diselesaikan tuntas seperti kasus pembunuhan wartawan koran Radar Bali, Prabangsa, pada tahun 2009 yang pelakunya ditangkap dan dihukum.

Posisi terbaik untuk kawasan Asia Tenggara ditempati oleh Timor Leste di peringkat 77 dan terburuk Singapura di peringkat 150.

Sementara itu, Myanmar menempati peringkat 145, hanya terpaut sedikit di atas Malaysia yang tahun ini terpuruk ke posisi 147.

Cina yang dikenal dengan kontrol ketat atas media nyaris berada di posisi juru kunci yaitu 175.

Mesir yang tahun ini menjadi sorotan karena menangkap dan memenjarakan banyak wartawan ada di posisi 159 seperti tahun lalu.

Berita terkait