Partai Demokrat memilih netral dalam pilpres

Hak atas foto AP
Image caption SBY meminta massa Partai Demokrat bersikap netral dalam pilpres nanti.

Partai Demokrat menyatakan akan bersikap netral atau tidak akan bergabung secara formal dengan kubu capres Jokowi atau kubu capres Prabowo dalam pemilu presiden nanti.

"Sungguh pun tidak bergabung dengan formal, atau dalam istilah pers non-blok, tidak berarti kader Partai Demokrat menjadi golput," kata Ketua Harian Partai Demokrat, Syarief Hasan, dalam jumpa pers usai rapat pimpinan partai tersebut, Selasa (20/05) sore.

Menurutnya, suara Partai Demokrat akan diberikan kepada capres dan cawapres yang memiliki platform, visi dan solusi yang segaris dengan mereka.

Partainya tidak ingin mendukung capres yang janjinya hampir pasti tidak dapat dilaksanakan, kata Syarief.

"Atau jika dapat dilaksanakan dapat membahayakan kehidupan berbangsa di masa depan," katanya.

Pernyataan resmi Partai Demokrat ini sesuai dengan hasil Rapimnas Partai Demokrat, Sabtu (17/05) lalu, yang cenderung bersikap netral dalam pemilu presiden Juli nanti.

Sebelumnya, seorang politisi Partai Demokrat menyatakan, sebanyak 56% pimpinan dan kader Partai Demokrat dalam rapimnas itu menginginkan bersikap netral dalam pemilu presiden.

Sementara yang mendukung koalisi dengan Partai Gerindra sekitar 24%, sedangkan yang menyokong Jokowi 0%, kata politisi Partai Demokrat, Achsanul Qosasi.

Prabowo tawarkan koalisi

Kubu Prabowo Subianto sebelumnya telah menawarkan koalisi dengan Partai Demokrat melalui pertemuan Prabowo dengan Ketua umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono di kediamannya, Senin (19/05) malam.

Prabowo mengatakan, dirinya yakin ajakan koalisinya akan diterima Partai Demokrat. "Dari bahasa tubuh, dan dari senyumannya," kata Prabowo, Selasa (20/05) siang di kantor KPU, sambil tersenyum, mengomentari sikap Susilo Bambang Yudhoyono, dalam pertemuan itu.

Usai pertemuan itu, Sekretaris majelis tinggi Partai Demokrat, Jero Wacik mengatakan, pihaknya tertarik dengan pidato Prabowo Subianto -saat mendeklarasikan koalisi partai-partai yang mendukungnya- yang isinya mengakui keberhasilan kepemimpinan Presiden SBY selama sepuluh tahun masa pemerintahannya.

Hak atas foto AP
Image caption Prabowo Subianto sebelumnya telah mengajak koalisi Partai Demokrat.

Prabowo dalam pidatonya juga menyatakan, akan melanjutkan program pemerintahan SBY yang dianggapnya berhasil.

"Nah itu menarik bagi Demokrat. Jadi kalau ada capres yang akan melanjutkan program yang disukai rakyat yang sudah kami kerjakan, maka tentu kecenderungan partai Demokrat akan mendukung," kata Jero kepada wartawan, Senin malam.

Sejumlah pemberitaan sebelumnya menyebutkan, Partai Demokrat dan Partai Golkar berencana membangun poros baru dengan mengajukan pasangan capres dan cawapres yang baru.

Namun rencana ini batal dilaksanakan, karena kedua partai ini belakangan menyimpulkan sulit menemukan sosok yang mampu mengalahkan figur Jokowi dan Prabowo Subianto dalam rentang waktu yang pendek.

Berita terkait