Protes penutupan lokalisasi Dolly berlanjut

Lokalisasi Dolly
Image caption Wagub Saifullah mengatakan penutupan Dolly antara lain untuk melindungi anak-anak.

Warga lokalisasi di Gang Dolly dan Jarak, Surabaya, terus menggelar aksi protes menjelang penutupan kawasan perdagangan seks tersebut.

Pemerintah kota Surabaya menutup lokalisasi Dolly pada Rabu malam (18/06).

Aksi-aksi penentangan tersebut diwarnai kekerasan pada Selasa pagi.

Pantauan wartawan BBC, Sri Lestari, pada Selasa malam menunjukkan lokalisasi itu terlihat lebih sepi.

Pintu masuk gang tampak gelap karena dua rumah yang berada di mulut gang tutup, setelah menjadi sasaran pelemparan batu.

Satu pelaku telah ditangkap oleh kepolisian.

Kelompok warga dan pekerja di Gang Dolly dan Jarak bersikukuh menolak penutupan lokalisasi, dengan berdemonstrasi dan bertemu dengan perwakilan Komisi D DPRD Kota Surabaya dan mengajak Ketua Komisi D Baktiono untuk berdialog.

Perwakilan warga Teguh Sutopo mengatakan lima RW di lokalisasi Dolly-Jarak belum pernah diajak dialog oleh pemerintah kota berkaitan dengan penutupan lokalisasi.

Dukungan wakil gubernur

Delapan ratusan aparat kepolisian diterjunkan di lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat dekralasi penutupan yang berjarak sekitar satu kilometer dari Gang Dolly.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf, menyatakan akan mendukung keputusan pemerintah kota Surabaya untuk menutup lokalisasi dengan alasan pencegahan penyebaran HIV/Aids dan perlindungan terhadap anak-anak.

"Demi memenuhi tuntutan publik, karena itu di tengah perkampungan banyak anak kecil keluar masuk dan sekarang itu untuk permukiman penduduk," kata Saifullah kepada BBC Indonesia.

"Kedua, itu lebih banyak (dampak) buruknya dibandingkan baiknya. Dengan memperhatikan keberatan yang ada, jadi ya tetap ditutup," katanya.

Pemerintah menawarkan kompensasi sekitar Rp5 juta bagi sekitar 1.400 pekerja seks komersial (PSK) dan juga pelatihan untuk beralih pekerjaan.

Tetapi LSM yang memberikan keterampilan baru bagi PSK, Yayasan Abdi Asih, menyatakan memberikan keterampilan baru bagi PSK agar beralih profesi bukan perkara mudah dan dibutuhkan waktu yang lama.

"Makanya saya memberikan pelatihan itu satu tahun, dua tahun untuk (mempelajari keterampilan yang berkaitan dengan) salon, kalau tiga hari mana bisa berhasil," kata Lilik Sulistiowati dari LSM Yayasan Abdi Asih.

Pemerintah kota Surabaya akan mendeklarasikan penutupan lokalisasi Dolly-Jarak pada Rabu malam dengan batas waktu hingga bulan Ramadhan.

Lokalisasi Dolly–Jarak biasanya tutup selama bulan Ramadhan dan kembali beroperasi setelah hari raya Idul Fitri.

Berita terkait