Pidato kemenangan Jokowi di Sunda Kelapa

Joko Widodo dan Jusuf Kalla Hak atas foto AFP
Image caption Joko Widodo dan Jusuf Kalla menyampaikan pidato kemenangan di atas satu perahu tradisional Pinisi.

Joko Widodo sudah menyampaikan pidato kemenangan di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa 22 Juli malam.

Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan bahwa kemenangannya adalah kemenangan seluruh rakyat Indonesia yang diharapkan akan melapangkan jalan untuk mencapai dan mewujudkan Indonesia yang berdaualat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadiahn dalam kebudayaan.

"Namun dalam beberapa bulan terakhir, perbedaan pilihan politik seakan menjadi alasan untuk memisahkan kita."

"Dengan kerendahan hati, kami Joko Widodo dan Jusuf Kalla, menyerukan kepada saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk kembali ke takdir sejarah sebagai bangsa yang bersatu, bangsa yang satu, bangsa Indonesia."

"Pulihkan kembali hubungan keluarga dengan keluarga, hubungan tetangga dengan tetangga, hubungan teman dengan teman yang sempat renggang," tambahnya dari atas satu kapal tradisional Pinisi di pelabuhan Sunda Kelapa.

"Mulai sekarang petani kembali bersawah, nelayan kembali melaut, anak-anak kita kembali ke sekolah, pedagang kembali ke pasar, buruh dan pekerja kembali ke pabrik dan karyawan kembali bekerja di kantor. Lupakanlah nomor satu, lupakanlah nomor dua."

Jokowi juga menyebutkan salam tiga jari sebagai persatuan Indonesia, dan bukan dua jari yang sebelumnya menjadi ciri dari kampanyenya.

Ditolak Prabowo

Pidato kemenangan ini disampaikan setelah Komisi Pemilihan Umum menetapkan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai pemenang pemilihan presiden dan wakil presiden 2014.

Hak atas foto AFP
Image caption Prabowo Subianto menolak penetapan hasil penghitungan suara oleh KPU.

Berdasarkan penghitungan suara di 33 provinsi, Jokowi-Kalla mendapatkan 53,15% atau 70.633.576 suara sementara saingan mereka, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, meraih 46,85% atau 62.262.844 suara.

Penetapan ini dilakukan setelah KPU merampungkan proses penghitungan seluruh provinsi, Selasa (22/07), dengan total jumlah suara yang sah mencapai 132.896.438 suara.

Beberapa jam sebelum penetapan ini, Prabowo Subianto menyebutkan proses pilpres ini tidak demokratis dan ia menyatakan mundur.

"Menolak pelaksanaan pilpres 2014 yang cacat hukum dan dengan demikian kami menarik diri dari proses yang sedang berlangsung," tegas Prabowo di depan para pendukungnya di Jakarta.

Berita terkait