Upaya Jokowi cairkan suasana politik

Joko Widodo dan Jusuf Kalla Hak atas foto AFP
Image caption Joko Widodo dan Jusuf Kalla akan dilantik pada Senin, 20 Oktober 2014.

Presiden terpilih Joko Widodo melakukan safari politik menemui sejumlah petinggi koalisi Merah Putih.

Juru Bicara Koalisi Indonesia Hebat Akbar Faisal mengatakan komunikasi politik yang dilakukan Jokowi dengan kedua petinggi partai Golkar dan PPP untuk mencairkan situasi politik.

"Ini adalah langkah yang bagus oleh presiden baru dengan para pihak, apalagi Anda melihat konstelasi yang Anda pahami di DPR dan MPR, perubahan konstelasi politik di Indonesia setelah pelantikan presiden dan juga terpilihnya Romahurmuzy sebagai ketua PPP serta munas Golkar pada Januari nanti, membangun komunikasi politik adalah satu hal, dan kerja sama merupakan hal yang berbeda,” jelas Akbar.

Pekan ini, Jokowi bertemu dengan Aburizal Bakrie yang merupakan ketua partai Golkar, dan bertemu dengan Ketua Majelis Syariah PPP Maimoen Zubair.

Sementara, juru bicara Koalisi Merah KMP Putih Tantowi Yahya menyambut baik Aburizal dan Jokowi di tengah kabar bahwa KMP akan menjegal pemerintahan Jokowi-JK.

Tetapi pertemuan itu mencairkan suasana politik tetapi isi pembicaraan normatif, jelas Tantowi.

“Pembicaraan normatif beliau bertanya tentang tips dalam menjalankan pemerintahan terutama dalam aspek ekonomi dan kesejahteraan, karena pak Aburizal itu kan pernah menjadi menko kesra dan ekonomi, beliau juga bertanya posisi partai Golkar baik dalam pemerintah maupun dalam Koalisi Merah Putih, sudah dijawab kalau posisi Partai Golkar tetap berada di Koalisi Merah Putih sebagai penyeimbang,” jelas Tantowi.

Komunikasi mandeg

Pengamat CSIS Tobias Basuki mengatakan upaya untuk membuka komunikasi politik oleh Joko Widodo merupakan langkah yang bagus untuk mencairkan suasana politik, tetapi belum membuahkan hasil yang konkrit untuk menambah kekuatan Koalisi Indonesia Hebat.

Hak atas foto epa
Image caption Koalisi Merah Putih menguasai mayoritas kursi DPR.

PPP masih bergelut dengan konflik internal antara kubu Romahurmuzy yang baru terpilih sebagai ketua umum dan Surya Dharma Ali, dan Partai Golkar masih dikuasai pendukung Aburizal Bakrie.

Tobias menilai langkah Jokowi ini tampaknya dilakukan karena komunikasi politik yang dilakukan partai-partai pendukungnya mandeg.

“Karena kelihatan sekali kekalahan yang bertubi-tubi ini kelihatan satu langkah di belakang terus, makanya Jokowi turun tangan, apakah ini langkah yang baik atau tidak awalnya tidak ada mahar tetapi tampaknya realitas politik memaksa dia untuk membuat konsesi itu,” jelas Tobias.

Tobias mengatakan kebijakan Jokowi tampaknya masih akan mendapatkan hambatan dari DPR, terutama masalah subsidi BBM.

Apalagi Koalisi Merah Putih menguasai mayoritas kursi di DPR. Joko Widodo dan Jusuf Kalla akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden pada Senin, 20 Oktober mendatang.

Berita terkait