Perpecahan DPR "bahaya" bagi Indonesia

Koalisi Indonesia Hebat
Image caption Fraksi Koalisi Indonesia Hebat akan menggelar sidang konsolidasi Senin (03/11)

Perkembangan yang terjadi di DPR seperti rapat yang digelar fraksi-fraksi Koalisi Indonesia Hebat hari Jumat (31/10) akan membahayakan berbagai kebijakan pemerintah, kata pengamat politik Arbi Sanit.

Koalisi Indonesia Hebat dalam rapat yang mereka sebut paripurna memilih lima pimpinan DPR.

Koalisi pendukung Presiden Joko Widodo ini merencanakan akan menggelar rapat konsolidasi hari Senin dan juga mengundang fraksi-fraksi dari Koalisi Merah Putih.

Namun pengamat politik Arbi Sanit mengatakan langkah ini akan menghambat penerapkan kebijakan.

"Pemerintah tidak bisa meloloskan berbagai kebijakan baru. Misalnya masalah BBM. Tidak bisa dinaikkan kalau DPR tidak setuju. Lalu, pemerintah tidak punya uang karena anggarannya lebih banyak di subsidi BBM, kata Arbi.

Politisi dari PDI Perjuangan Effendi Simbolon menekankan rapat itu perlu mereka lakukan sebagai apa yang ia sebut 'koreksi' di masa depan.

"Kalau soal absah atau tidak absah memang menjadi sumir yah. Tapi yang penting, kami ingin melakukan koreksi untuk ke depan agar jangan sampai model seperti ini terjadi lagi," kata Effendi.

Terkait hal ini, Arbi Sanit menyatakan Presiden Jokowi dapat berusaha mendamaikan kedua belah pihak.

Arbi juga mengatakan dalam keadaan darurat, presiden dapat membuat perpu seperti yang pernah dilakukan presiden Soekarno pada tahun 1950an ketika parlemen tidak berfungsi dan akhirnya tidak dapat mengeluarkan anggaran.

Berita terkait