Ekor pesawat AirAsia tertanam di lumpur

Ekor AirAsia Hak atas foto AFP
Image caption Hingga kini kotak hitam pesawat yang berada di bagian ekor belum ditemukan.

Ekor pesawat AirAsia QZ8501 ditemukan dalam kondisi terbalik dan terbenam di dalam lumpur dengan kedalaman sekitar 30 meter di Laut Jawa.

Kepastian itu disampaikan oleh Deputi Operasi Basarnas Brigjen SB Supriyadi.

"Bagian ekor ini pada kondisi terbalik, tertanam di lumpur," katanya dalam jumpa pers di Pangkalan Bun, Kalimantan Kalimantan Tengah, Rabu (07/01).

Karena sebagian ekor pesawat tertanam di dalam lumpur, lanjutnya, maka kemungkinan black box atau kotak hitam yang ada di bagian ekor juga berada di dalam lumpur.

Berdasarkan temuan ekor terbalik, Supriyadi menduga pesawat jatuh dalam kondisi terbalik.

Tim penyelam kini sedang menelusuri keberadaan kotak hitam pesawat yang diperkirakan membutuhkan teknik-teknik tertentu dari para penyelam.

Sebelumnya Badan SAR Nasional memastikan bagian ekor pesawar AirAsia QZ8501 ditemukan di perairan Selat Karimata. Kepastian bahwa benda itu adalah ekor pesawat AirAsia didasari oleh tulisan dan lambang maskapai penerbangan AirAsia yang tertera di sana.

Penemuan ekor pesawat sangat penting sebab di bagian pesawat ini biasanya terdapat dua kotak hitam. Bila ditemukan, kotak hitam akan dibuka dan dianalisis di Indonesia.

Pesawat AirAsia QZ8501 jatuh dalam penerbangan dari Surabaya ke Singapura pada Minggu (28/12). Pesawat mengangkut 162 orang termasuk awak kapal.

Perkembangan penting

Pengamat penerbangan Gerry Soejatman mengatakan, penemuan ekor pesawat AirAsia merupakan perkembangan yang penting.

"Karena kita sudah lebih dari sepuluh hari menunggu, di mana pesawatnya," kata Gerry kepada BBC Indonesia. "Orang akan menerka yang tidak-tidak."

Dengan ditemukannya ekor pesawat, lanjutnya, keluarga korban telah mendapatkan jawaban tentang kepastian jatuhnya pesawat.

Gerry juga mengatakan, temuan ekor pesawat ini sangat penting karenaakan membantu pencarian kotak hitam (black box). "Karena kotak hitam itu disimpan di dekat ekor pesawat."

Temuan ekor pesawat ini, lanjutnya, juga penting untuk penelitian lebih lanjut tentang kemungkinan ada faktor lain di balik jatuhnya pesawat naas tersebut.

Berita terkait