Calon Kapolri BG ditetapkan sebagai tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan calon Kapolri, Komjen BG, sebagai tersangka kasus korupsi, seperti disampaikan dalam keterangan pers Selasa (13/01).

Ketua KPK Abraham Samad mengatakan perwira polisi BG ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi ketika menjabat sebagai pejabat di Mabes Polri.

"Kita ingin menyampaikan progress report dari kasus penyelidikan transaksi korupsi tidak wajar. KPK telah melakukan penyelidikan sejak Juli 2014, jadi sudah setengah tahun lebih kami melakukan penyelidikan atas kasus transaksi mencurigakan," jelas Abraham.

Abraham mengatakan Komjen BG sejak lama sudah mendapatkan catatan merah dari KPK.

Abraham menyatakan keputusan untuk menetapkan Komjen BG sebagai tersangka dilakukan dalam forum expose yang dilakukan tim penyelidikan, jaksa dan pimpinan KPK.

Dalam penyelidikan, lanjut Abraham, KPK menemukan lebih dari dua alat bukti sehingga kemudian memutuskan untuk meningkatkan tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar,

Ketua KPK Abraham Samad mengatakan keputusan penetapan tersangka BG sudah sejak lama

KPK menyebutkan kasus pidana penerimaan hadiah dan janji dilakukan ketika BG menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Mabes Polri 2003-2006 dan jabatan lainnya.

Wakil Ketua Bambang Wijoyanto mengatakan KPK telah berupaya untuk menemui Presiden Joko Widodo tetapi belum ada kesempatan.

Sebelumnya, anggota badan pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho, menyebutkan sebetulnya setidaknya sudah dua kali PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) menyampaikan catatan tentang Budi Gunawan kepada pemerintah setelah PPATK menemukan sejumlah rekening mencurigakan di jajaran perwira Mabes Polri terkait lalu lintas transaksi keuangan 2005-2010.