Aziil Anwar, libatkan rakyat menanam hutan bakau

Hak atas foto aziil anwar
Image caption Aziil Anwar (kanan) memotivasi anak-anak muda untuk peduli dan terlibat penumbuhan mangrove di pesisir pantai Kabupaten Majene, yang sebagian rusak akibat ulah manusia.

Lebih dari 20 tahun, Aziil Anwar menggerakkan masyarakat untuk menumbuhkan kembali hutan bakau di pesisir pantai di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, yang rusak akibat tsunami dan ulah manusia. Tak heran kalau ia menjadi salah satu pemenang penghargaan lingkungan Kehati.

Di tahun 1990, pria kelahiran 1958 ini memulai upayanya di hamparan karang mati seluas lebih dari 20 hektar, yang awalnya dianggap mustahil untuk ditanami bakau yang dikenal juga dengan istilah bahasa Inggris, mangrove.

Dan awalnya, Aziil dihadapkan kenyataan pahit bahwa memang sulit menumbuhkan bakau di hamparan pantai yang gersang itu.

"Sampai tahun ke-10, dari tahun 1990 hingga tahun 2000, sering timbul pertanyaan pada saya: 'loh, kok cuma tumbuh 20, padahal kami sudah menanam 100 di lahan satu hektar'," kata Aziil Anwar dalam wawancara dengan wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Rabu (28/01).

Namun demikian, ayah lima anak ini memutuskan untuk terus melangkah. Dan akhirnya dia menemukan jawabannya.

Hak atas foto aziil anwar
Image caption Aksi penanaman dan pembibitan magrove di pesisir Majene, Sulbar, telah melibatkan masyarakat setempat.

"Ternyata mangrove itu seperti bayi. Perlu dielus-elus," ungkapnya.

Bersama masyarakat setempat, dia mengaku rutin "mengelus" batang-batang tanaman bakaunya selama sekitar dua tahun, dengan membersihkan karang atau tiram yang menempel.

"Sampai masa kritis dua tahun lepas, baru bisa kita tinggalkan," kata petugas penyuluh kehutanan Kabupaten Majene ini.

Dan sekarang, lahan sekitar 60 hektar yang rawan abrasi dan instrusi air laut itu sudah berhasil ditanami bakau.

Pendiri Yayasan Pemuda Mitra Masyarakat Desa (YPMMD) Majene ini juga telah membangun kebun bibit bakau dengan melibatkan anak-anak muda.

Hak atas foto aziil anwar
Image caption Aziil mendirikan Yayasan pemuda mitra masyarakat desa, YPMMD, untuk melibatkan anak muda agar peduli terhadap mangrove.

Keberhasilannya "menyulap" hamparan pantai gersang menjadi hutan bakau itu menginspirasi banyak orang.

Meraih penghargaan lingkungan

Di tengah gemuruh tepuk tangan yang memadati Gedung pusat perfilman Haji Usmar Ismail, Jakarta, ayah lima anak ini beranjak dari tempat duduknya, setelah namanya dipanggil sebagai peraih penghargaan Kehati Award 2015.

Penghargaan yang diberikan oleh LSM Yayasan Kehati ini adalah penghargaan prestius kepada perorangan, kelompok dan perusahaan yang dianggap berperan melestarikan lingkungan.

Image caption Atas upayanya menumbuhkan mangrove di pesisir desanya di lahan 20 hektar, Aziil diganjar penghargaan Kehati Award 2015 oleh LSM Kehati.

Bersama lima orang dan kelompok lainnya, Aziil menuju ke panggung untuk menerima penghargaan dan uang senilai Rp 25,000,000.

Di atas panggung, Aziil tidak bisa menutupi kebahagiaan atas penghargaan ini.

"Penghargaan ini membuat saya makin termotivisasi," ungkapnya.

Hak atas foto aziil anwar
Image caption Sejak 1990, Aziil melibatkan masyarakat untuk menumbuhkan mangrove di lahan kritis seluas sekitar 20 hektar.

Ditanya bagaimana dia mampu menjaga konsistensi dalam menumbuhkan tanaman bakau di lahan batu karang, Aziil berkata seraya tertawa kecil: "Semacam orgasme. Kepuasannya nggak bisa dibayar denga apapun ketika mengetahui mangrove itu tumbuh setelah dua tahun."

Dia kemudian mengutarakan keinginannya: "Saya ingin menanamkan kepada anak-anak muda, bagaimana puas atas pekerjaan kita, dan tidak memikirkan uangnya."

"Sekecil apapun yang kita lakukan terhadap alam, akan dibalas langsung atau tidak langsung. Lewat siapa, itu rahasia Allah."

Peraih penghargaan penghargaan lingkungan Kalpataru (2003) ini kemudian mengungkapkan impiannya: "Menjadikan tempat itu sebagai Mangrove learning centre buat anak-anak muda."

Hak atas foto aziil anwar
Image caption Aziil Anwar (tengah) melibatkan anak-anak muda agar memahami pentingnya kehadiran mangrove untuk menyelamatkan kawasan pesisir dari abrasi dan instrusi air laut.

Berita terkait