Indonesia protes penolakan Brasil atas surat kepercayaan dubes RI

Image caption Menteri luar negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan, negara lain tidak boleh mencampuri masalah hukum Indonesia.

Pemerintah Indonesia memprotes sikap Brasil yang menunda penyerahan surat kepercayaan duta besar Indonesia terkait rencana hukuman mati dua warga negara Brasil oleh Indonesia.

"Cara penundaan penyerahan credentials (surat kepercayaan dubes Indonesia) yang dilakukan oleh Menlu Brasil secara tiba-tiba pada saat Dubes designate RI untuk Brasillia telah berada di Istana Presiden Brasil, merupakan suatu tindakan yang tidak dapat diterima oleh Indonesia," demikian keterangan Kementerian Luar Indonesia melalui email yang diterima BBC Indonesia, Jumat (20/02) malam.

Duta besar Indonesia untuk Brasil, Toto Riyanto sebelumnya telah hadir pada acara di hari Jumat (20 Februari) di Istana Presiden Brasil bersama-sama dengan diplomat yang baru ditunjuk dari Venezuela, El Salvador, Panama, Senegal dan Yunani, tetapi Toto Riyanto tidak ikut serta dalam upacara.

Akibat tindakan ini, Dubes Toto Riyanto tidak akan mewakili Indonesia dalam acara resmi di Brasil.

Sejumlah kalangan menyebut tindakan Brasil ini dipandang mengirimkan pesan diplomatik yang tegas terhadap Indonesia.

Dalam keterangan kepada wartawan, Presiden Brasil Dilma Rousseff mengatakan: "Kami pikir hal yang penting adalah terjadi perubahan keadaan sehingga kita jelas terkait hubungan Indonesia dengan Brasil."

"Yang kami lakukan adalah sedikit memperlambat penerimaan surat kepercayaan, tidak lebih dari itu," kata Dilma Rousseff.

Brasil sebelumnya meminta agar Indonesia tidak menghukum mati warga negaranya yang terbukti melakukan perdagangan narkoba. Indonesia menolak permintaan ini.

Indonesia panggil Dubes Brasil

Lebih lanjut, Kementerian Luar negeri Indonesia mengatakan, pihaknya telah memanggil Duta Besar Brasil untuk Indonesia pada 20 Februari 2015, pukul 22.00 WIB.

Upaya ini, demikian Kemenlu Indonesia, "Untuk menyampaikan protes keras terhadap tindakan tidak bersahabat tersebut sekaligus menyampaikan nota protes."

Pemerintah Indonesia juga telah memanggil pulang ke Jakarta Dubes RI designate untuk Brasil "sampai jadwal baru penyerahan credentials dipastikan oleh Pemerintah Brasil."

Hak atas foto Marco AFP Archer Cardoso Moreira
Image caption Marco Archer Cardoso Moreira (tengah) adalah warga negara Brasil yang telah dieksekusi mati Minggu (18/01) dini hari di LP Nusa Kambangan.

Dalam keterangannya, Kemenlu Indonesia juga mengatakan, Brasil -dan negara lainnya- tidak dapat mencampuri penegakan hukum di Indonesia, termasuk terkait dengan penegakan hukum untuk pemberantasan peredaran narkoba.

Warga Brasil negara Marco Archer dihukum mati pada tanggal 17 Januari setelah dihukum bersalah melakukan perdagangan narkoba.

Duta besar Brasil di Indonesia telah ditarik oleh Pemerintah Brasil sebagai protes terhadap hukuman mati tersebut.

Warga Brasil lainnya, Rodrigo Gularte, dijadwalkan dieksekusi di Indonesia atas dasar pelanggaran hukum yang sama.

Berita terkait