Terpidana mati warga Prancis dijadwalkan sidang PK

Atlaou Hak atas foto epa
Image caption Atlaoui dipindahkan dari Nusakambangan dengan tangan diborgol.

Serge Atlaoui, terpidana mati kasus narkoba asal Prancis, direncanakan menjalani sidang peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu ini (11/03).

Sehari menjelang sidang, Atlaou dibawa dari penjara di Nusakambangan menuju Tangerang dan mendapat izin keluar selama dua hari untuk mengikuti sidang PK.

Peninjauan kembali diajukan oleh Serge Atlaoui meskipun grasinya ditolak oleh Presiden Joko Widodo Januari silam. Pengampunan dari presiden biasanya adalah kesempatan terakhir untuk menghindari hukuman mati.

Seorang ayah ini ditangkap di sebuah laboratorium rahasia di Tangerang yang memproduksi ekstasi pada 2005 dan dua tahun kemudian ia dijatuhi hukuman mati karena terlibat dalam operasi operasi pabrik ekstasi dan sabu-sabu.

Ia ditempatkan di Nusakambangan sejak pengadilan menjatuhkan vonis mati.

Serge Atlaoui tercatat sebagai salah satu terpidana mati yang direncanakan akan dieksekusi pada gelombang kedua di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Di kelompok yang sama terdapat terpidana mati warga negara Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukuraman. Rencana pelaksanaan hukuman mati atas dua warga Australia tersebut menyebabkan hukuman kedua negara memanas.

Berita terkait