#TrenSosial: Heboh pindah agama Lukman Sardi 'tanda tak dewasa'

lukman sardi (kiri) dan idris sardi Hak atas foto Ratih Putri
Image caption Lukman Sardi (kiri) dan almarhum Idris Sardi dalam peluncuran Buku Soekarno.

Debat soal pindah agama Lukman Sardi yang ramai di media sosial merupakan 'tanda ketidakdewasaan' masyarakat Indonesia dalam beragama, kata Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Masdar Farid Masudi.

Lukman Sardi yang memerankan Kyai Haji Ahmad Dahlan dalam Film Sang Pencerah memberikan kesaksian di GBI Ecclesia, Jakarta Barat dan menyatakan "Saya lebih memilih menjadi percaya, sekitar 6 tahun lalu".

Pembicaraan tentang pindahnya Lukman Sardi ini disinggung sekitar 2.700 kali di Twitter sampai Jumat (19/06) sore.

Sejumlah komentar di Twitter antara lain dari akun @MustofaNahra, "Islam terlalu besar jika dibanding-bandingin sama Lukman Sardi. Gak ada apa-apanya. Nanti kalau Lukman sakit, paling juga ingat Islam. #Murtad"

Sementara LuLu Basmah menulis, "Lukman Sardi Murtad sedangkan Will Smith, Tyrese Gibson & Maxwell jadi muallaf," dan Moesa J Perangin‏ menanggapi dengan tulisan, "Puji Tuhan, kesaksian Lukman Sardi masuk Kristen."

Idris Sardi kecewa

Masdar Farid Masudi - yang juga pembina Pengurus Besar Nahdlatul Ulama- menyatakan debat soal pindah agama ini menunjukkan masyarakat 'belum dewasa dari sisi keagamaan.'

"Orang datang bergabung (dalam Islam) ya diterima dan yang pergi dilepas dengan ikhlas dan yang pergi tidak perlu menghebohkan diri dan seolah memprovokasi yang lain," kata Masdar kepada BBC Indonesia.

"Ini menunjukkan sama-sama tidak dewasa," ujar Masdar.

"Agama adalah persoalan pribadi, sangat-sangat pribadi dan orang tidak boleh menghakimi dan intervensi," tambahnya.

Sementara itu, istri almarhum Idris Sardi, Ratih Putri, menyatakan ayah Lukman sempat terpukul.

"Kecewa...wajar sebagai manusia biasa...mas Idris sedih karena Lukman adalah anak lelaki satu-satunya," kata Ratih kepada BBC Indonesia.

"Sebagai orang tua, tetap Lukman adalah pelita hati dan kami sayang sama Lukman," tambahnya.

Di bawah ini sejumlah komentar melalui Facebook dan Twitter BBC Indonesia.

Facebook BBC Indonesia

Maureen Winokan: Apakah ini yang dinamakan mencampuri Hak kebebasan orang beragama? tidak usah sibuk heboh oleh urusan orang pindah agama,krn itu urusan pribadinya dengan Allah,kita juga begitu urusannya nanti dengan Allah.

Fifi Fitria: Biarinlah hak dia mau apa... kok kalian yg rempong sih?masalah aherat kan dtnggung masing-masing,ngapain kalian harus mencaci!

Davidave Cuyy: agamamu ya agamamu,agamaku ya agamaku ..itu dia.

Nita Elidawaty Poerba: Untuk apa dipermasalahkan agamanya, toh bukan kalian juga yang memberi dia makan.

Mead Napitoepoeloe: Kitab dan agama tidak menjamin anda masuk surga kalau anda tidak mengamalkannya lewat hati, amal dan perbuatan anda selama hidup.

Twitter BBC Indonesia

Mukhtarom Ali: Bukan ndak dewasa. Tapi itu murtad dan sangat dilarang

Sulben Siagian: Biasa aja tuh

Nongbayi: Tidak heboh-heboh amat...tak ngaruh juga..

Berita terkait