Hercules TNI AU jatuh di Medan, 20 orang meninggal

Hak atas foto FAISAL YUSUF TWITTER
Image caption Pesawat Hercules jatuh dekat di dekat Lanud Soewondo, bekas Bandara Polonia Medan.

Sebuah pesawat angkut militer milik TNI Angkatan Udara jatuh di dekat Lanud Soewondo, bekas Bandara Polonia Medan, mengakibatkan setidaknya 20 orang meninggal dunia.

Informasi jumlah korban datang dari pihak Rumah Sakit Adam Malik yang menerima jenazah-jenazah. Jumlah tersebut diperkirakan bertambah mengingat pesawat jatuh di daerah permukiman.

Menurut juru bicara TNI, Fuad Basya, insiden jatuhnya pesawat mengakibatkan dua rumah dan sebuah mobil terbakar. “Namun belum diketahui apakah ada korban sipil. Kami masih melakukan upaya pencarian, penyelamatan dan pemadaman api."

Kepada wartawan, juru bicara TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto mengatakan pesawat itu terbang untuk mengantar logistik, dengan tujuan Tanjung Pinang.

Pesawat lepas landas pukul 11.48 WIB, namun dua menit kemudian pesawat mengalami masalah.

“Pilot meminta RTB (return to base, kembali ke landasan). Lalu pesawat meminta berbelok ke kanan, namun jatuh sebelum mendapat kontak dengan (Lanud) Medan APP,” demikian disebutkan dalam keterangan awal kepada wartawan.

TNI AU masih menyelidiki apa penyebab kecelakaan itu.

Hak atas foto AP
Image caption Selama tiga tahun terakhir, terdapat empat pesawat milik TNI AU yang jatuh atau terbakar. Salah satunya, pesawat Fokker F-27 yang jatuh di dekat Lanud Halim Perdanakusuma, 2012 lalu.

Selama tiga tahun terakhir, terdapat empat pesawat milik TNI AU yang jatuh atau terbakar, termasuk pesawat Hercules yang jatuh di Medan.

Rekam jejak insiden pesawat TNI AU

Pada Juni 2012, pesawat Fokker F-27 jatuh di perumahan militer Rajawali, Jakarta Timur, saat menjalani latihan rutin dekat Lanud Halim Perdanakusuma. Insiden itu mengakibatkan 11 orang meninggal dunia.

Empat bulan kemudian, sebuah pesawat tempur jenis Hawk 200 jatuh di Pekanbaru, Riau, ketika menjalani latihan rutin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu karena pilot dapat menyelamatkan diri menggunakan kursi pelontar dan pesawat jatuh di lahan kosong.

Lalu, pada April 2015, pesawat F-16 terbakar di Lanud Halim Perdana Kusuma. Pesawat F-16 itu terbakar ketika akan tinggal landas bersama dengan tiga pesawat lainnya untuk latihan pengamanan Konferensi Asia Afrika di Jakarta. Pilot pesawat Letnan Kolonel Firman Dwicahyo selamat dalam peristiwa tersebut.

Berita terkait