Mary Jane menunggu proses hukum Filipina

Hak atas foto AFP
Image caption Bukti baru kasus Mary Jane masih menunggu proses hukum di Filipina.

Pengacara Mary Jane Veloso berharap proses hukum di Filipina bisa menjadi bukti baru untuk pengajuan grasi atau peninjauan kembali.

Pelaksanaan eksekusi mati Mary Jane Veloso ditunda pada menit-menit terakhir setelah perekrutnya, Maria Kristina Sergio, menyerahkan diri.

Menurut Agus Salim, pengacara Veloso, saat ini masih berlangsung proses pemeriksaan di Filipina terhadap saksi-saksi untuk kasus Maria Kristina, termasuk meminta keterangan dari Mary Jane sendiri.

"Pemerintah Indonesia memberikan kesempatan pada kejaksaan di Filipina untuk menyelesaikan permasalahan hukum di Filipina. Nah sembari itu, sekarang menunggu tim untuk meminta keterangan Mary Jane di LP Wirogunan untuk kepentingan proses hukum di Filipina."

Setelah proses pemberkasan dan pengadilan selesai, maka akan muncul keputusan pengadilan dari Filipina.

Keputusan inilah yang rencananya akan diajukan Agus sebagai bukti baru untuk mengajukan grasi atau peninjauan kembali.

"Kita harapkan Kejaksaan masih menunggu. Negara ASEAN kan ada perjanjian kerjasama untuk proses hukum. Kejaksaan diharapkan menghargai proses hukum di Filipina, dan tidak segera melakukan eksekusi. Dan dari pernyataan-pernyataan Kejaksaan, sepertinya mereka masih memberi kesempatan itu."

Hak atas foto AP
Image caption Ada kemungkinan Filipina membahas kasus Mary Jane di pertemuan level menteri ASEAN di Kuala Lumpur.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir mengatakan bahwa saat ini ada tim dari Filipina yang datang ke Indonesia untuk melaporkan perkembangan kasus hukum yang terjadi di sana.

"Sekarang kita melihat perkembangan apa yang dilaporkan, apa yang akan jadi pembahasan antara kejaksaan dan kejaksaan di Filipina," katanya.

Kedatangan tim kejaksaan Filipina ke Indonesia ini berdekatan dengan berlangsungnya pertemuan menteri-menteri ASEAN di Kuala Lumpur pada 3-6 Agustus nanti.

Mengenai kemungkinan Filipina mengangkat kasus Mary Jane dalam pertemuan bilateral dengan Indonesia di Kuala Lumpur nanti, Arrmanatha mengatakan, "Dalam konteks Kemenlu, apabila ada pembahasan, mungkin sekadar disampaikan perkembangannya oleh Menlu Filipina. Namun isu ini lebih terkait ke proses hukum."

Tim kejaksaan Filipina bertemu dengan Kejaksaan Agung di Jakarta pada Rabu (30/7). Kejaksaan Agung tak mengizinkan Mary Jane dibawa ke Filipina untuk dimintai keterangan terkait kasus traffickernya, Maria Kristina Sergio.

Menurut Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, jika pengadilan Filipina menyatakan bahwa Mary Jane adalah korban trafficking, maka putusan tersebut bisa menjadi bukti baru sebagai argumen pengajuan grasi atau peninjauan kembali.

Berita terkait