Empat personel tim SAR capai lokasi jatuhnya pesawat Trigana Air

Hak atas foto EPA
Image caption Pesawat Trigana Air tipe ATR 42 dengan rute Sentani-Oksibil hilang kontak pada Minggu (16/08) siang.

Sebanyak empat anggota tim SAR gabungan telah mencapai lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-300 twin-turboprop milik maskapai Trigana Air di Provinsi Papua.

Keempat personel itu tiba dengan cara berbeda. Menurut Kepala Badan SAR Nasional, Bambang Soelistyo, dua personel diturunkan dari helikopter menggunakan tali.

Adapun dua personel lainnya, yang merupakan anggota Pasukan Khas TNI Angkatan Udara, mencapai lokasi dengan berjalan kaki dari Kota Oksibil sejak Senin (17/08) malam.

“Mereka kini bertugas mempersiapkan area tersebut untuk kedatangan anggota pencari lainnya, seperti mendirikan helipad,” kata Bambang kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.

Kini, lanjut Bambang, sejumlah personel juga telah dikirim ke lokasi baik melalui jalur udara maupun darat.

Dari jalur darat, sebanyak 100 lebih anggota tim pencarian telah bertolak dari Oksibil sejak pukul 05.40 WIT. “Untuk mencapai lokasi, mereka perlu waktu sekitar tiga sampai empat jam karena medan yang berat,” katanya.

Hak atas foto AP
Image caption Lokasi jatuhnya pesawat berada pada ketinggian 8.500 kaki dan berjarak 7 mil laut dari Bandara Oksibil.

Serpihan pesawat

Sebelumnya, pada Senin (17/08), Badan SAR Nasional telah memastikan lokasi temuan serpihan pesawat milik Trigana Air yang jatuh dalam penerbangan dari Jayapura menuju Oksibil di di Pegunungan Bintang Papua.

Lokasi tersebut berada pada ketinggian 8.500 kaki (2.590 meter) dan berjarak sekitar 7 mil laut dari Bandara Oksibil.

Kepastian lokasi didapat setelah pesawat yang dikerahkan dalam upaya pencarian mampu mengabadikan foto serpihan pesawat dan kepulan asap di tengah hutan.

Selain mengerahkan personel, tim SAR gabungan turut menerbangkan satu helikopter jenis Bell milik TNI Angkatan Darat, dua helikopter milik Angkatan Udara, satu pesawat Pilatus milik Susi Air, dan satu unit pesawat Caravan milik Asosiasi Misi Penerbangan (AMA).

Pesawat Trigana Air tipe ATR 42 mengangkut 44 orang dewasa, dua anak, tiga balita dan 5 kru pesawat, antara lain Kapten Pilot Hasanudin.

Pesawat dengan rute Sentani-Oksibil itu hilang kontak pada Minggu (16/08) siang.

Oksibil merupakan ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang Papua yang berjarak sekitar 280 kilometer dari Jayapura.

Berita terkait