Tragedi Mina: "Saya sudah lebih dahulu pulang"

Mina Hak atas foto AP
Image caption Sebagian jemaah haji melakukan jumroh sejak subuh ketika di Mina belum terlalu padat.

Seorang jemaah Indonesia mengaku beruntung, karena kendati mengalami kesulitan akibat berjejalnya jemaah yang berebut melempar jumroh, dia sempat pulang ke tendanya dengan selamat.

Inne Badriani Erawati -jemaah berusia 74 tahun dari Cimahi, Jawa Barat- akhirnya berhasil dihubungi keluarganya yang mendengar berita tentang tragedi Mina dan cemas akan keselamatannya.

Laporan-laporan awal menyebutkan sedikitnya 200 jemaah haji meninggal karena berdesak-desakan saat melakukan lempar jumroh, Kamis 24 September.

Namun belum ada keterangan dari pihak berwenang Arab Saudi tentang kewarganegaraan para korban.

Mendengar berita itu, belasankali keluarga Inne Badriani berupaya untuk menelepon nomor Indonesia-nya maupun nomor Arab Saudi, namun tidak bisa masuk sehingga menimbulkan kecemasan keluarga.

Namun akhirnya dia berhasil dihubungi oleh keluarganya dan menjelaskan kondisinya dalam keadaan baik namun lelah.

Menunggu instruksi

"Untung saya cepat-cepat kembali, dan memang kan perginya sudah dari subuh. Jadi sedikit kurang padat," jelasnya kepada Ging Ginanjar dari BBC Indonesia yang menghubunginya.

"Sesudah melempar jumrah, ya tunailah rukun haji. Bersama sesama jemaah serombongan, sekitar jam sembilan pagi itu, kami memutuskan pulang saja ke tenda karena sudah sangat padat, berdesakan."

"Susah payah pulang ke tenda. Di jalan ada saja orang yang jatuh kecapaian, atau pingsan. Mungkin terjepit juga, tapi belum terjadi kecelakaan itu."

"Sempat saya lihat, ada orang Indonesia dirawat dokter di pinggir jalan, juga seorang Arab."

Inne Badriani belum tahu yang akan dilakukan selanjutnya karena belum mendapat instruksi atau pemberitahuan apapun dari pimpinan rombongan.

"Ya, kami menunggu saja dulu, di sini."

Berita terkait