Korban WNI di Arab Saudi bertambah menjadi 46 orang

Hak atas foto AFP
Image caption Jumlah korban asal Indonesia terus bertambah sejak insiden Mina terjadi pada Kamis (24/09).

Jumlah korban insiden Mina asal Indonesia telah mencapai 46 orang, menurut tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Dari 46 jenazah tersebut, 42 diantaranya merupakan jamaah haji Indonesia. Adapun empat jasad lainnya ialah warga Indonesia yang bermukim di Arab Saudi.

Kepala Daerah Kerja Mekkah Arsyad Hidayat mengatakan jumlah tersebut merupakan peningkatan dari 45 jenazah yang telah diidentifikasi.

“Satu jamaah yang baru teridentifikasi atas nama Dahlia Sulaeman Hamdan dari Kloter BTH 14,” kata Arsyad dalam keterangan pers Kementerian Agama yang diterima BBC Indonesia.

Selain korban meninggal, terdapat tujuh korban luka yang saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi.

Guna memperoleh akses dalam proses identifikasi jenazah, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sejauh ini telah bernegosiasi dengan pihak pemulasaraan jenazah.

Menurutnya, tidak mudah mengakses tempat pemulasaraan jenazah karena sebelumnya pihak Saudi berkonsentrasi pada proses evakuasi.

Akses bagi tim PPIH baru diperoleh pada Jum’at, 25 September 2015 pukul 23.00 WAS.

“Itulah kali pertama tim kami bisa mendapatkan akses untuk bisa langsung mengidentifikasi sejumlah jasad korban. Sejak saat itulah akses terbuka dan secara intensif kami bisa mendapatkan korban yang itu adalah jamaah Indonesia,” kata Lukman.

Image caption Insiden di Mina terjadi ketika jutaan jemaah berjejalan dalam menjalani prosesi melempar jumroh.

Persoalan mendasar

Sebelumnya, Ketua Tim Pengawas Haji Indonesia, Fahri Hamzah, mengatakan ada persoalan mendasar di lapangan yang membuat pemerintah Indonesia tak bisa efektif memberi tekanan, masukan, atau ketika berkomunikasi dengan pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji.

"Para pejabat pemerintah Indonesia tak punya otoritas, sehingga tak bisa menembus barikade yang sangat kuat sekali, yang dikendalikan aparat setempat," kata Fahri dalam wawancara dengan wartawan BBC Indonesia, Mohamad Susilo, Senin (28/09).

Dia juga mengatakan tentang orang-orang Indonesia yang 'cenderung menerima saja' dan tak ngotot ketika berhadapan dengan Saudi.

"Dalam konteks ini, perlu ada dialog yang setara antara menteri agama, menteri luar negeri, dengan dipimpin oleh presiden sendiri ketika berbicara dengan para pejabat Saudi," katanya.

Dalam tragedi di Mina, , Kamis (24/09), lebih dari 700 jemaah dari berbagai negara meninggal dunia akibat terinjak-injak dalam prosesi melempar jumroh.

Berita terkait