Pencarian pesawat Aviastar diperluas

Hak atas foto epa
Image caption Pencarian diperluas ke wilayah yang terbagi ke dalam sembilan sektor. Luas setiap sektor rata-rata mencapai 150 mil laut per segi atau setara dengan 514 kilometer per segi.

Badan SAR Nasional melanjutkan pencarian pesawat milik maskapai Avia Star yang hilang kontak dalam penerbangan dari Masamba menuju Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (02/10) lalu.

Kepala Basarnas, Bambang Soelistyo, mengatakan pencarian diperluas ke wilayah yang terbagi ke dalam sembilan sektor. Luas setiap sektor rata-rata mencapai 150 mil laut per segi atau setara dengan 514 kilometer per segi.

Bambang mengatakan tim SAR gabungan telah diturunkan untuk menyisir lokasi darat, laut, dan udara.

“Secara keseluruhan, anggota kami berjumlah 259 orang yang terdiri dari personel militer, polisi, dan Basarnas,” ujarnya kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.

Guna mencari keberadaan pesawat Twin Otter DHC-6 dengan nomor penerbangan MV7503 itu, tim SAR gabungan dibantu oleh dua helikopter dan dua pesawat. Ada pula empat speed boat yang digunakan untuk mencari di perairan Teluk Bone.

Dalam pencarian hari ketiga ini, Bambang mengaku upaya mereka masih terkendala cuaca buruk dan medan pencarian yang sulit

“Sekitar 80% medan pencarian itu pegunungan dan hutan yang tiada penduduknya,” kata Bambang.

Pencarian bertambah sukar karena sinyal yang semestinya dipancarkan dari transmiter darurat pesawat tidak bisa dideteksi Basarnas.

Pantau upaya pencarian

Sementara itu, keluarga para penumpang dan kru pesawat Aviastar masih memantau upaya pencarian.

“Kami paham bahwa upaya pencarian terkendala cuaca. Akan tetapi, harapan kami besar tim SAR akan menemukan pesawat dan seluruh orang di dalamnya dalam keadaan hidup. Kami berharap ada mukjizat,” kata Sukris Trihartono, adik Sukris Winarto, teknisi Aviastar yang berada di antara 10 orang penumpang dan kru.

Pesawat jenis Twin Otter milik maskapai Aviastar hilang kontak pada Jumat (2/10) dalam penerbangan dari Bandara Andi Djemma, Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanudin, Makassar Sulawesi Selatan.

Pesawat itu terbang dari bandara Masamba pada 14.25 Wita, dan komunikasi terakhir terjadi 11 menit setelah lepas landas.

Berita terkait