Pencarian helikopter dipusatkan di jarak terbang 17 menit

peta samosir Hak atas foto GOOGLEMAPS
Image caption Helikopter bertolak dari helipad Siparmahan di Pulau Samosir menuju Bandara Kualanamu, Lubuk Pakam.

Dilaporkan ada warga Onan Runggu, Samosir, melihat helikopter terbang rendah, dan pencarian difokuskan pada area sekitar jarak terbang17 menit dari helipad Siparmahan, Pulau Samosir.

Tim SAR dan kepolisian masih terus mencari keberadaan pesawat helikopter Eurocopter EC-130 milik PT Penerbangan Angkasa Semesta yang dinyatakan hilang kontak pukul 11.50 WIB, Minggu (11/10).

Kepada Ging Ginanjar dari BBC Indonesia, juru bicara Basarnas Medan, Hisar Turnip, mengatakan, "Kami masih terus melakukan pencarian, belum ditemukan jejak atau informasi yang mengarah pada lokasi keberadaan helikopter itu."

Disebutkannya, sudah dikirimkan dua tim SAR dari Tanjung Balai dan dari Medan untuk melakukan penyisiran.

Helikopter buatan Airbus itu dilaporkan mengangkut seorang pilot, seorang teknisi dan lima penumpang, tinggal landas dari helipad Siparmahan, Pulau Samosir, di tengah danau Toba, pada pukul 11:33 WIB, menuju Bandara Internasional Kualanamu, Lubuk Pakam.

Hak atas foto AIRBUS
Image caption Eurocopter EC-130 T2 buatan Airbus, generasi kedua dari helikopter yang masih hilang

"Namun ATC (pengatur lalulintas udara) kehilangan kontak dengan pesawat itu kontak pada pukul 11:50, atau 17 menit setelah terbang," kata Octo Tambunan dari Basarnas Medan kepada BBC Indonesia.

Helikopter seharusnya tiba di Kualanamu pada pukul 12:45, namun tidak pernah mendarat.

Octo Tambunan menjelaskan, pencarian difokuskan pada perkiraan jarak yang ditempuh setelah 17 menit terbang.

Ia menjelaskan pula, bahwa SAR sedang memverifikasi laporan tentang adanya seorang saksi mata di sekitar Onan Runggu, Samosir, yang mengaku melihat sebuah helikopter terbang rendah.

Para petugas polisi dari Polres Siantar, Polres Samosir dan Polres Tobasah juga dikerahkan untuk membantu pencarian.

Berita terkait