Gedung pemprov Kalteng terbakar, dokumen 'penting' musnah

Kebakaran gedung Pemprov Kalteng Hak atas foto UGC
Image caption Api berkobar di bagian Biro Keuangan dan Ekonomi Pemprov Kalteng.

Api melalap Biro Keuangan dan Ekonomi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di Palangkaraya, hari Minggu (01/11), memusnahkan dokumen "penting" yang tersimpan di gedung tersebut.

"Pemprov sudah memberikan data bahwa berkas-berkas penting yang terkait data perkembangan pembangunan di seluruh kabupaten dan kota (ada di bagian gedung yang terbakar)," kata Kapolres Palangkaraya Ajun Kombes Jukiman Situmorang kepada BBC Indonesia.

Ketika ditanyakan apakah berkas konsesi lahan dan hutan termasuk yang musnah terbakar, ia menjelaskan, "Kami belum bisa memastikan, kami akan melakukan pengecekan silang berkas-berkas yang disimpan oleh bagian-bagian (di gedung yang terbakar)."

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya akan menelusuri lebih jauh apakah ada kaitan antara berkas penting dan kebakaran yang melanda gedung milik Pemprov Kalimantan Tengah.

Menurut keterangan saksi-saksi, api bermula di sisi barat sekitar pukul 14.00 siang waktu setempat yang kemudian menjalar ke lantai dua. Sekitar pukul 17.00 api bisa dipadamkan.

Angka kerugian akibat kebakaran diperkirakan antara Rp5 miliar hingga Rp7 miliar, kata Situmorang.

Tersangka pembakaran hutan

Hak atas foto UGC
Image caption Kebakaran di gedung Pemprov Kalteng di Palangkaraya dipadamkan pada sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Situmorang mengatakan tim laboratorium forensik (labfor) Polri akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) mulai hari Senin (02/11).

"Tim labfor nantinya yang akan menyimpulkan asal api dan sebab-sebab kebakaran. Tapi ini tentunya memakan waktu," kata Situmorang.

Api melalap gedung ketika perhatian banyak pihak di Indonesia tertuju ke kebakaran hutan dan lawan di Sumatera dan Kalimantan yang hingga awal November ini belum bisa dipadamkan, menyebabkan kerusakan lingkungan dan mengirim kabut asap tidak hanya di Indonesia tapi juga ke negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Filipina dan Thailand selatan.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan sebagian besar kebakaran yang terjadi karena faktor kesengajaan.

"Saya baru pulang dari Riau, di sana 80% hutan dibakar dengan disengaja," kata Tjahjo.

Hak atas foto UGC
Image caption Tim labfor Polri melakukan olah TKP mulai Senin 2 November, kata Kapolres Palangkaraya Jukiman Situmorang.

Menurut organisasi lingkungan Greenpeace sebaran titik api dan kebakaran hutan terjadi merata di konsesi Hak Pengusahaan Hutan (HPH), Hutan Tanaman Industri (HTI), dan bahkan di tambang batu bara.

Hingga pertengahan Oktober Polri telah menetapkan 127 orang dan setidaknya 12 perusahaan sebagai tersangka dalam kasus pembakaran hutan dan lahan.

Kerugian ekonomi akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tahun ini ditaksir mencapai tak kurang dari Rp200 triliun.

Berita terkait