Budi Waseso ingin terpidana mati narkoba 'dijaga buaya'

Media playback tidak ada di perangkat Anda

#TrenSosial: Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso mengusulkan pembuatan pulau penjara yang akan dijaga buaya untuk para terpidana mati narkoba.

Dia mengatakan buaya bisa menjadi pengawal yang lebih baik dibandingkan manusia - karena mereka tidak bisa disuap. Budi juga mengatakan akan mengunjungi sejumlah wilayah di kepulauan Indonesia untuk menemukan jenis reptil terganas.

Indonesia memiliki beberapa hukuman keras terkait penyalahgunaan narkoba dan telah mengakhiri moratorium eksekusi hukuman mati pada 2013.

Hak atas foto GETTY IMAGES

Eksekusi hukuman mati yang dilakukan pada April 2015 lalu telah menuai protes keras dari berbagai pihak termasuk para aktivis HAM dan pemerintah Australia dan Brasil.

"Kami akan menempatkan buaya sebanyak-banyaknya di sana," kata Budi seperti dikutip Tempo.

"Anda tidak bisa menyuap buaya. Anda tidak bisa menyakinkan mereka untuk membiarkan tahanan kabur."

Rencana ini masih dalam tahap awal dan belum ada pengumuman terkait lokasi penjara dan kapan penjara akan dibuka, lapor AFP.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Buaya tidak bisa disuap, kata Budi Waseso.

Sejak menjabat sebagai kepala BNN, Budi Waseso kerap mengeluarkan pernyataan yang kontroversial. Sebelumnya, dia juga sempat mengatakan bahwa pengedar narkoba harus dihukum dengan memakan barang yang diedarkannya.

Reaksi Anda?

Kami bertanya kepada para pembaca BBC Indonesia di Facebook terkait topik ini. Walau banyak yang mengatakan setuju, sejumlah orang mengkritisi ide tersebut.

Muh Hasir Sonda, misalnya, mengatakan, "tidak perlu buaya segala macam, yang penting apakah seluruh petugas lapas visinya sama, kebal sogok dan suap dari para terpidana gembong narkoba itu?"

"Kepala BNN saja telah mengakui secara tidak langsung bahwa dirinya bukan seperti buaya yang tidak bisa disogok," sindir Muksalmina Mta.

Sejumlah orang yang setuju kemudian mengusulkan agar para koruptor juga diperlakukan sama.

"Lebih setuju lagi kalau bukan cuma terpidana mati narkoba, tetapi juga buat para koruptor di Indonesia, terapkan juga untuk para pejabat yang melanggar hukun negara yang banyak merugikan masyarakat," kata pengguna Facebook yang lain.

Berita terkait