Pemberitaan MKD paling banyak di media Indonesia

Media playback tidak ada di perangkat Anda

Sidang Majelis Kehormatan Dewan terkait pelanggaran etik oleh Ketua DPR, Setya Novanto, paling banyak diberitakan oleh media di Indonesia dalam sepekan terakhir hingga, setidaknya, Rabu 16 Desember.

"Sejumlah 13.511 pemberitaan dari 174 media online di Indonesia, dengan sentimen negatif sebanyak 45%," seperti dijelaskan Rustika Herlambang, dari Indonesian Indicator yang menelusuri pemberitaan media, kepada wartawan BBC, Liston Siregar.

Hak atas foto Reuters
Image caption Ketua DPR Setya Novanto terdengar meminta saham Freeport untuk presiden dan wakil presiden.

Yang dimaksud dengan bernada negatif adalah antara lain dengan menggunakan kata-kata 'memecat' atau 'turunkan Setya Novanto' sementara penggunaan 'beri kesempatan kepada Setya Novanto' tergolong positif.

Kasus Setya Novanto ini berawal dari beredarnya rekaman pembicaraannya dengan Presiden Direkjtur PT Freeport Indonesia, Ma’roef Sjamsoeddin, dan pengusaha M Riza Chalid.

Dalam rekaman pembicaraan itu terdengar suara Setya Novanto meminta kepemilikan saham untuk Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang sudah dibantah oleh pemerintah.

Media secara umum netral

Proporsi pemberitaan negatif media Indonesia yang mencapai sekitar 45% dalam kasus ini tergolong tinggi sepanjang pengamatan Indinesian Indicator selama ini.

Hak atas foto AFP
Image caption Pemberitaan dengan sentimen negatif 45% tergolong tinggi.

"Situasi itu sebenarnya sangat jarang ditemui ketika kita sedang membahas berbagai isu yang besar," tambah Rustika.

Secara umum Rustika menyatakan bahwa media secara umum masih netral dalam memberitakan sidang MKD, namun bagimanapun terlihat juga polarisasi di beberapa media.

"Ada stasiun TV tertentu yang memberitakan MKD dengan sangat banyak namun ada stasiun TV yang hampir di 10 besar itu tidak ada MKD-nya. Stasiun TV itu tidak masuk ke sana (isu tersebut)."

Salah satu gejala yang juga terlihat dalam kasus MKD ini, tambah Rustika, adalah jumlah warga internet yang terlibat dalam topik MKD tergolong relatif muda.

Selama seminggu belakangan, sebanyak 81,2% warga internet yang merespon sidang MKD ini berusia antara 18-25 tahun, dengan 77% di antaranya adalah laki-laki.

Berita terkait