Korban kapal tenggelam: 'Anak-anak menangis, ada yang baca Yasin...'

Hak atas foto AFP
Image caption Seorang keluarga korban kapal motor (KM) Marina yang tenggelam di Teluk Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (19/12).

"Penumpang panik, sebagian berdoa membaca surat Yasin, anak-anak menangis minta tolong..."

Kudus, pria 51 tahun, adalah salah-seorang penumpang kapal motor (KM) Marina yang tenggelam di Teluk Bone, Sulsel, Sabtu (19/12) lalu.

Ketika kapal meninggalkan pelabuhan Kolaka, Sulawesi Tenggara, suasananya terlihat menyenangkan. "Saya bersama lima teman saya hendak menuju Siwa." Kudus mulai bercerita.

Tetapi, ungkapnya, semuanya berubah ketika "langit menjadi gelap dan ombak membesar".

"Tingginya sampai mungkin lima meter..." Di saat itulah, warga Polman, Sulawesi Selatan, ini mulai merasakan firasat buruk. "Saya mulai takut."

Dia masih ingat ketika badai menghantam kapal berpenumpang sekitar 120 orang itu, jarum jam di arlojinya menunjukkan pukul 14.30 WITA. "Tetapi langit gelap dan angin ribut... hujan."

"Saya mendengar ada perdebatan dari awak kapal: apakah perlu kembali ke Kolaka atau tidak. Dan akhirnya diputuskan untuk terus ke Siwa. Percuma kalau kembali..."

'Anak-anak menangis...'

Ketakutannya makin tidak tertahankan ketika "mesin kapal mati". Kepanikan pun mulai menghantui para penumpang.

Di sinilah, pria itu kemudian menyaksikan pemandangan yang kelak barangkali sulit dia lupakan.

"Penumpang panik, ada yang minta doa, baca surat Yasin (salah satu surat di dalam Al Quran), anak-anak menangis, berteriak minta pertolongan... Kasihan."

Hak atas foto AFP
Image caption Tim SAR menyelamatkan seorang bocah yang selamat dari kapal Marina yang ternggelam.

Dalam kontak terakhir awak kapal dengan otoritas pelabuhan, kapal berbahan serat itu akhirnya tenggelam akibat gelombang tinggi kira-kira posisi 12 mil mendekati Pelabuhan Siwa.

Ketika "ombak mulai masuk ke dalam kapal", menurutnya, awak kapal kemudian memerintahkan semua penumpang keluar dari ruangan kapal. "Masing-masing (penumpang) mendapat pelampung."

Dalam rentang sekitar 10 menit, kapal itu perlahan-lahan tenggelam. "Saya berenang menjauhi kapal, jangan sampai kita ditarik arusnya," ungkapnya.

Terkatung-katung di laut

Di lautan, Kudus mengaku terus berenang bersama sekitar 19 orang penumpang, sebelum akhirnya diselamatkan sebuah kapal pada keesokan harinya.

"Mulai sekitar pukul tiga sore sampai besok sekitar 09.00 pagi, saya terkatung-katung di laut. Pokoknya berenang terus."

Image caption Dalam kontak terakhir awak kapal dengan otoritas pelabuhan, kapal berbahan fibre itu akhirnya tenggelam akibat gelombang tinggi kira-kira posisi 12 mil mendekati Pelabuhan Siwa

Malam itu, yang dia ingat, ada tiga perempuan dalam 'rombongan' itu. "Tapi esoknya, ada satu orang perempuan hilang. Saya tidak tahu kemana dia."

Sekitar pukul 09.00 WITA, mereka berhasil diselamatkan kapal milik sebuah pelabuhan.

Saat dihubungi wartawan Laode Musafir di Kolaka Utara, Senin (21/12) sore, Kudus masih dirawat di salah-satu ruangan di RSUD Djafar Harun, Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.

76 orang masih hilang

Sementara itu, tim SAR belum menemukan 76 orang penumpang kapal motor (KM) Marina yang tenggelam di Teluk Bone, Sulawesi Selatan.

Mereka menyatakan telah menyelamatkan 42 orang penumpang -tiga di antaranya meninggal dunia- sampai Senin (21/12) sekitar pukul 17.00 WITA.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo, Alamsyah mengatakan, mereka masih mencari 76 orang penumpang KM Marina yang masih dinyatakan hilang.

Hak atas foto AFP
Image caption Tim SAR menyatakan telah menyelamatkan 42 orang penumpang -tiga di antaranya meninggal dunia- sampai Senin (21/12) sekitar pukul 17.00 WITA.

"Jadi jumlah (korban selamat) semua sekarang menjadi 42 orang. Masih ada 76 penumpang yang masih kita cari," kata Alamsyah kepada wartawan BBC Indonesia, Sri Lestari, melalui sambungan telepon sekitar pukul 17.00 WITA, Senin (19/12).

120 orang penumpang

Data Kementerian Perhubungan menyebutkan KM Marina membawa lebih dari 120 orang dengan rincian penumpang dewasa 89 orang, lima anak-anak, 14 balita, serta kru kapal 10 orang.

Menurut Alamsyah, pada hari ketiga, proses pencarian dilakukan dengan pesawat udara dan tiga kapal laut. "Lalu, juga dilakukan penyisiran yang melibatkan nelayan dan pemerintah daerah," ungkapnya.

Sejauh ini, korban selamat masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Siwa, Kabupaten Wajo serta di Kolaka, Sulawesi Tenggara. "Sebagian korban selamat juga telah dibawa oleh keluarganya," kata Alamsyah.

Kapal Motor (KM) Marina --dengan kode panggilan YB 3298-- hilang kontak dengan syahbandar dalam perjalanan dari Pelabuhan Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara menuju Pelabuhan Bansalae, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada Sabtu.

Berita terkait