“Banyak pelampung tanpa korban” saat KM Marina tenggelam

Hak atas foto AFP
Image caption Tim SAR melakukan pencarian korban tenggelamnya KM Marina di Teluk Bone.

Pada hari keempat pencarian korban KM Marina yang tenggelam di Teluk Bone, Sulawesi Selatan, setidaknya 58 korban masih belum ditemukan.

Badan SAR Nasional (Basarnas) menduga besarnya jumlah korban yang masih hilang karena banyak penumpang kapal motor tersebut yang tidak mengenakan pelampung dengan benar.

“Kita temukan banyak pelampung yang tanpa korban. Saya tidak mau kira-kira, tetapi jumlahnya lebih dari lima,” ungkap Kepala Basarnas Bambang Soelistyo kepada wartawan BBC Indonesia, Rafki Hidayat, Rabu (23/12) sore.

Hak atas foto AFP
Image caption Kepala Basarnas : "Ada kemungkinan korban yang hilang adalah yang tidak memakai pelampung karena lepas"

Menurutnya, banyak penumpang yang panik dengan tinggi gelombang saat kapal karam Sabtu (19/12) lalu, yang mencapai “lima hingga enam meter”.

“Coba kamu bayangkan. Orang pakai pelampung, dengan gelombang setinggi itu, bisa saja lepas pelampungnya. Ada kemungkinan mereka (yang hilang itu) yang tidak pakai pelampung karena lepas.”

Hak atas foto AFP
Image caption Hingga Rabu (23/12), 54 korban telah ditemukan. Sebanyak 14 di antaranya meninggal dunia.

Hingga Rabu pukul 16.30 WIB, tim SAR telah menemukan 54 korban, dengan 40 korban selamat dan 14 korban tewas. Dari 14 korban tewas, tujuh di antaranya ditemukan Rabu ini di perairan Luwuk, Sulawesi Tengah dan Wotu, Sulawesi Selatan.

Keluarga korban ‘berusaha sendiri’

Basarnas mengungkapkan pencarian korban akan terus dilakukan hingga tujuh hari setelah kapal tenggelam, atau sampai Sabtu (26/12).

“Setelahnya, kita evaluasi penemuan-penemuan di lapangan, lalu baru kita akan putuskan apakah pencarian terus dilanjutkan atau dihentikan,” kata Bambang.

Hak atas foto AFP
Image caption Keluarga korban 'tidak tenang' menunggu kabar tentang nasib anggota keluarganya.

Adanya potensi dihentikannya pencarian, membuat keluarga korban kecewa. Bahkan ada yang memutuskan untuk ‘turun langsung’ mencari keluarga mereka. Misalnya Taju, seorang warga asal Lapulu, Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Saya dan beberapa teman menyewa kapal untuk melakukan pencarian, karena sampai sekarang nasib keluarga kami yang menjadi korban, belum jelas,” ungkap Taju kepada Laode Musafir, wartawan di Kolaka Utara.

Dalam insiden ini, istri dan anak Taju menjadi penumpang KM Marina. Anak Taju sudah berhasil dievakuasi Minggu (20/12) lalu. Namun, istrinya hingga saat ini belum ditemukan.

“Saya hanya bisa pasrah, tetapi perasaan saya mengatakan istri saya ini masih hidup” ujarnya.

Tambahan kapal

Meskipun begitu, Basarnas mengaku tetap “berusaha keras” mencari korban tenggelamnya KM Marina.

Hak atas foto AFP
Image caption Basarnas akan mengevaluasi pencarian, tujuh hari setelah tenggelamnya kapal.

“Rabu ini, kami bahkan mendapat bantuan dua kapal dari TNI angkatan laut, sehingga ada total sembilan kapal yang mencari korban,” tegas Bambang.

Area pencarian pun, menurut Basarnas akan diperluas sejauh 128km persegi ke arah utara dari sekor perncarian sebelumnya.

KM Marina - dengan kode panggilan YB 3298 - hilang kontak dengan syahbandar dalam perjalanan dari Pelabuhan Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara menuju Pelabuhan Bansalae, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (19/12).

Hak atas foto AFP
Image caption Seorang keluarga korban KM Marina yang tenggelam di Teluk Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (19/12).

Kapal yang berangkat pukul 12.00 WITA dan diperkirakan tiba di Bansalae pukul 15.00 WITA tersebut, menurut pengakuan salah satu korban, dihantam gelombang pada pukul 14.30 WITA dan kemudian tenggelam.

Berita terkait