Polri: Korban ledakan di Sarinah 7 tewas, 5 adalah pelaku

Hak atas foto EPA
Image caption Polisi menyatakan kondisi sudah "terkendali" meski masih siaga satu dengan bantuan aparat TNI dan intelijen.

Dalam konferensi pers, Kadiv Humas Mabes Polri Anton Charliyan mengatakan, bahwa jumlah korban mencapai 26 orang, terdiri dari tujuh orang tewas, dan 19 luka-luka.

Dari tujuh korban meninggal, lima orang adalah pelaku serangan, sedangkan dua orang adalah warga sipil. Satu dari warga sipil tersebut adalah WNA Belanda yang, menurut Anton, "dieksekusi".

Pelaku berhasil dilumpuhkan setelah terjadi tembak-menembak dan mereka meninggal di tempat. Dari lima pelaku yang meninggal, menurut Anton, tiga orang tewas di kawasan sekitar Starbucks, sedangkan dua orang lain tewas akibat bom bunuh diri di pos polisi.

Hak atas foto AP
Image caption Menurut polisi, lima orang pelaku tewas, tiga dalam baku tembak di depan Starbucks dan dua dalam serangan bom ke pos polisi.

Polisi menemukan kartu-kartu identitas, meski mereka masih mendalami apakah identitas tersebut benar.

"Tapi siapa tahu kan KTP orang lain. Sementara masih kita dalami karena kita menganalisis CCTV juga," ujar Anton.

Anton juga menyatakan bahwa sementara polisi menduga kuat serangan adalah 'bagian' dari kelompok ISIS karena sudah ada peringatan kira-kira 2-3 bulan lalu setelah teror di Prancis.

"Di sana dikatakan oleh salah satu petinggi di Suriah bahwa akan ada 'konser' Indonesia, dan Indonesia akan jadi sorotan internasional," tambah Anton.

Hak atas foto AFP
Image caption Lokasi pos polisi di depan Sarinah yang menjadi sasaran serangan.

Anton juga mengatakan bahwa warga asing Belanda yang menjadi korban tewas saat pelaku sedang 'menyender' di depan Starbucks, di tempat parkir dekat jalan.

'Orang Belanda dieksekusi, orang Aljazair berhasil menyelamatkan diri,' ujar Anton.

Anton mengakui ada perkembangan jumlah korban, pertama dia melaporkan ada enam korban tewas, meningkat menjadi 17 korban (gabungan, baik tewas maupun luka-luka), dan sekarang total korban mencapai 26 orang.

Pernyataan ini juga merupakan koreksi dari pernyataan sebelumnya, yang menyebutkan bahwa ada tiga orang polisi yang tewas dalam peristiwa itu.

Mengenai foto pelaku yang beredar di media, Anton menanggapi, "Selain hal-hal yang diumumkan oleh kami, silakan saja, tidak usah terpengaruh. Tidak mungkin kami membeberkan barang bukti. Mungkin mereka yang memfoto di TKP, mencuri-curi, tapi dari Polri tidak menyiarkan baik foto pelaku maupun barang bukti."

Berita terkait