TKW yang diambil dari wilayah kepungan ISIS belum bisa pulang

Deir Ezzor Hak atas foto ZEIN ALRIFAI I AFP I Getty Images
Image caption Bagian timur Provinsi Deir Ezzor yang hancur karena serangan udara pasukan koalisi Barat.

Tenaga kerja asal Indonesia yang diselamatkan dari wilayah di Suriah yang dikepung kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) belum bisa dipulangkan ke daerah asalnya di Subang, Jawa Barat.

Pejabat KBRI di Damaskus, AM Sidqi, mengatakan TKW bernama Casih binti Waan tersebut masih harus menunggu penyelesaian dokumen keimigrasian sebelum dipulangkan ke Indonesia.

"Ada beberapa, yaitu sudah harus digaji oleh majikan dan hak-haknya yang lain juga harus dipenuhi, itu masih kita tanyakan kepada yang bersangkutan," kata Sidqi.

"Tiket pulang yang harusnya jadi tanggung jawab majikan, kemudian warga negara asing harus memiliki exit permit jika ingin keluar dari Suriah dan dinyatakan tidak tersangkut kasus kriminal," katanya.

KBRI menyebutkan Casih bekerja di Deir Ezzor, wilayah kekuasaan pemerintah Suriah yang dikepung oleh kelompok militan ISIS dan Front al- Nusra, sehingga menyulitkan proses evakuasi.

Sidqi mengatakan KBRI bekerja sama dengan pemerintah setempat dan akhirnya memutuskan untuk mengevakuasi Casih dengan menggunakan pesawat fasilitas militer Suriah.

"Itu tidak mungkin lewat darat karena akan ketemu ISIS dan kalau ketemu ISIS itu akan akan ditanya muhrimnya siapa, di mana dokumennya, bisa jadi itu akan lebih repot dan kami bisa kehilangan kontak dengan WNI itu," kata Sidqi.

Casih kemudian diterbangkan dari Deir Ezzor menuju Hasakah yang juga dikuasai pemerintah.

"Dia diinapkan selama satu minggu untuk menunggu jadwal penerbangan komersial menuju Damaskus."

Jaminan keamanan

Hak atas foto PHILIPPE HUGUEN I AFP I Getty Images
Image caption Seorang warga di Deir Ezzor, Suriah.

Keberadaan Casih diketahui pada 27 November lalu ketika majikannya menelepon KBRI untuk memberitahukan TKW yang bekerja di kediamannya sudah habis kontrak dan akan dipulangkan ke Indonesia.

Casih kini berada di tempat penampungan di KBRI dan akan dipulangkan jika dokumennya sudah lengkap.

Sejak 2011 lalu, KBRI telah memulangkan 12.957 warga Indonesia, sebagian besar TKI, dari Suriah dalam 271 gelombang.

Meski demikian, Sidqi memperkirakan ada sekitar 1.000 warga Indonesia di Suriah, karena masih ada pengiriman tenaga kerja ilegal ke negara tersebut, padahal pemerintah telah melakukan moratorium.

Untuk itu, KBRI mengatakan telah berulang kali meminta agar pemerintah Suriah menghentikan pemberian visa kepada WNI tetapi belum mendapat respons.

"Mereka masih bisa datang karena pemerintah Suriah masih menerbitkan visa, itu yang kita minta sudah berkali-kali tetapi belum ada respons sampai saat ini," jelas Sidqi.

Berdasarkan pemantauan KBRI, para TKI yang berada di Suriah tinggal di kota-kota yang dikuasai pemerintah sehingga mendapatkan jaminan keamanan.

Berita terkait