Pesantren waria di Yogyakarta dapat jaminan dari polisi

Perempuan Islam Hak atas foto AFP
Image caption Pesantren Al-Fatah menegaskan tidak pernahg mengajarkan hal-hal menyimpang.

Kepolisian di Yogyakarta menegaskan akan memberikan jaminan keamanan bagi pesantren untuk waria Al-Fatah di Bantul, Yogyakarta, setelah adanya ancaman penyegelan atas pesantren tersebut.

“Kami akan jamin keamanannya,” tegas Kapolsek Banguntapan, Kompol Suharno.

Sebelumnya muncul kabar bahwa pesantren yang dihuni kaum waria itu akan didatangi sebuah organisasi massa Islam, seperti dijelaskan Shinta Ratri, pemimpin Ponpes Al-Fatah.

Jumat siang sekitar pukul 13.30, sekitar 20 orang yang mengatasnamakan anggota Front Jihad Islam, FJI, memang datang ke pesantren tersebut.

"Mereka menyerahkan surat yang ditujukan kepada kami,” kata Ratri kepada wartawan setempat, Yaya Ulya, yang melaporkan untuk BBC Indonesia.

Mendapat surat

Namun sebelumnya Ratri sudah lebih dulu melapor ke polisi, dan Kompol Suharno ikut menerima kedatangan para anggota FJI itu tersebut di pondok pesantren.

Ratri mengaku belum mengetahui persis isi surat tersebut, namun diduganya mempertanyakan keberadaan pesantren waria AL-Fatah dan hal yang diajarkannya.

“Mereka mempertanyakan apakah yang kita lakukan itu menyimpang atau tidak,” ujar Ratri.

Dia menambahkan selama mengaku Ponpes Al-Fatah tidak pernah mengajarkan hal-hal yang menyimpang.

Waria yang belajar, menurutnya, Ponpesnya diajarkan cara beribadah, Iqra’, belajar sholat, dan hafalan surat-surat pendek.

Namun salah seorang pengurus DPP FJI, Abdurrahman, yang mendatangi Ponpes Al-Fatah menyangkal kalau FJI akan menyegel. “Intinya kita ingin mengklafikasi keberadaan Pondok Waria.”

Berita terkait