Ridwan Kamil tolak tantang Ahok sebagai cagub Jakarta

ridwan kamil
Image caption Ridwan Kamil memutuskan uyntuk meneruskan jabatannya sebagai walikota Bandung.

Ridwan Kamil yang banyak didukung beberapa kalangan, tidak akan menantang Ahok di Pilgub DKI, setelah melakukan semacam konsultasi publik melalui akun Facebook-nya.

Pertanyaan Ridwan Kamil di akun Facebook-nya mengenai Pilgub DKI, ditanggapi 80 ribu orang.

"Saya harus mendengarkan aspirasi warga, saya juga melakukan survey internal, dan sudah diskusi dengan keluarga dan mentor utama saya, yaitu Ibu saya sendiri," kata Ridwan Kamil dlam jumpa pers sesudahnya.

Pernyataan sikap Ridwan Kamil disiarkan secara live streaming melalui akun Facebook-nya, Senin (29/2).

Ridwan Kamil banyak dijagokan sebagai satu-satunya calon yang bisa menggagalkan terpilihnya kembali Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, yang tak disukai oleh beberapa kalangan garis keras serta para politikus di DPRD DKI Jakarta.

Ridwan Kamil mengungkapkan keputusan itu, karena sejumlah partai politik harus mengumumkan siapa kandidat yang diusungnya pada April 2016 mendatang. Ridwan Kamil menyatakan masih banyak warga yang menginginkan dirinya memimpin Bandung.

"Pertimbangan terbesarnya hanya satu, tugas saya belum selesai di periode pertama, mungkin nanti setelah selesai, kemanapun takdir membawa, selama karyanya ada. Jadi bekal saya untuk berkiprah di lembaga-lembaga selanjutnya. Bisa ke Jakarta, mungkin juga ke Jawa Barat. Tidak masalah juga melanjutkan jilid dua, menjadi jadi Walikota Bandung, atau memenuhi aspirasi keluarga saya, yang menginginkan saya menjadi arsitek kembali," ungkap Ridwan.

Ia juga mengungkapkan, sempat berbicara dengan Presiden Joko Widodo, sebelum mengambil keputusan itu.

Masa jabatan Ridwan Kamil sebagai Walikota Bandung, akan berakhir pada 2018 mendatang. Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, dikenal sebagai Walikota yang sering berinteraksi dengan warganya melalui media sosial. Emil, memiliki 1.2 juta follower di Twitter, dan 2.6 juta follower di Instagram.

Ridwan Kamil menegaskan pula, bahwa suatu hari, "saya akan maju ke Jakarta, tapi tidak sekarang."

Muncul spekulasi, apakah 'akan maju ke jakarta' yang dimaksudnya adalah kelak akan mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta, atau malah untuk pemilihan presiden.

Berita terkait