Tujuan wisata anak muda: Kalijodo, riwayatmu dulu

Kalijodo Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption DUlu Kalijodo bahkan bisa digunakan untuk berenang.

Paras Kalijodo di awal tahun 1950-an, masih menawan. Pada masa itu, konon sempat Kalijodo menjadi tujuan wisata yang nyaman.

Jauh dari kesan buruk, apalagi dianggap sebagai sarang prostitusi dan markas berkumpulnya preman.

Pada era tahun 50-an pula, Kalijodo pernah menjadi tempat yang dianggap romantis, layaknya tepi sungai Thames di Inggris dan sisi Sungai Seine di Prancis, kata para sejarawan.

Nama Kalijodo muncul, karena banyak muda mudi yang bertemu di sepanjang sungai, hingga akhirnya berjodoh.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Kunarso Suro, sudah hampir lima abad tinggal di Kalijodo.

Kunarso Suro, sudah 48 tahun menetap di Kalijodo. Ia masih ingat betul, bagaimana Kalijodo ramai dikunjungi warga Jakarta, yang hendak berwisata.

"Saya datang ke Kalijodo tahun 1968. Tahun 50-an sungainya masih bersih, banyak yang datang ke Kalijodo untuk minum teh dan bernyanyi. Ada juga lomba balap perahu di Kalijodo," katanya.

"Orang kalau mau nonton harus bayar tiket masuk. Tapi lama kelamaan makin banyak warung, lalu mulai muncul prostitusi."

Wajah Kalijodo mulai berubah di tahun 1970-an, kata si saksi hidup ini. Kalijodo berubah menjadi tempat untuk berjudi dan prostitusi.

Dan aktivitas prostitusi di Kalijodo semakin marak, setelah pemerintah menutup lokalisasi pelacuran Kramat Tunggak pada 1999.

Hak atas foto BBC INDONESIA

Kini, Kalijodo tengah berbenah. Pemerintah akan mengubah Kalijodo menjadi jalan inspeksi dan ruang terbuka hijau, sebagaimana peruntukkannya.

Sempat ditentang keras, khususnya para penguasa lokal, proses pembongkaran kawasan lampu merah Kalijodo, Senin (29/2) berlangsung lancar, tanpa bentrokan.

Salah satunya, Happy, mengaku tidak kecewa. "Sebagai warga Kalijodo, saya sudah bersyukur sudah bisa numpang hidup di lahan negara selama 35 tahun," ujar Happy.

Tetapi bukan berarti semuanya sudah selesai. Masih ada penguasa Kalijodo yang ditangkap dan akan menjalani proses hukum.

Masih ada gugatan hukum sejumlah warga terhadap pemerintah DKI Jakarta di PTUN.

Berita terkait