Kapal FV Viking berbendera Nigeria akan ditenggelamkan di Pangandaran

Image caption Kapal FV Viking berada di lepas Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (13/3).

Pemerintah Indonesia mengatakan bakal menenggelamkan FV Viking, sebuah kapal berbendera Nigeria, di lepas Pantai Pangandaran, Jawa Barat, pada Senin (14/03).

Wartawan BBC Indonesia, Rebecca Henschke, melaporkan bahwa FV Viking telah berada di lepas pantai Pangandaran dan akan ditenggelamkan pada Senin sore.

Aksi tersebut, menurut rencana, akan disaksikan Presiden Joko Widodo, Duta Besar Norwegia, Duta Besar Amerika Serikat, dan Duta Besar Australia.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Poniah berpendapat nelayan asing pencuri ikan pantas dihukum.

Para nelayan di Pangandaran pun mengaku akan menyaksikan acara penenggelaman, alih-alih pergi melaut. Poniah, salah satunya.

"Mudah-mudahan ini membuat mereka mendapat pelajaran. Mereka mencuri dari kami, karena itu pantas dihukum. Semakin sulit mencari ikan di Indonesia. Mereka punya kapal-kapal besar, teknologi canggih, sedangkan kita ketinggalan," kata Poniah yang baru saja mendapat sekeranjang ikan berukuran 1-2 cm.

Di gubuk bambu lain, nelayan bernama Kanang justru berpendapat orang Indonesia juga pantas disalahkan atas kurangnya ikan di laut.

Hak atas foto REUTERS
Image caption Sebuah kapal ikan diledakkan di perairan Bitung, Sulawesi Utara, Mei 2015 lalu. Aksi penenggelaman kapal pencuri ikan ditempuh pemerintah Indonesia sejak 2014.

"Tidak ada aturan, jadi kami menangkap semuanya, sampai ke telur ikan. Jadi, pantas saja ikannya sedikit di laut. Saya dengar di negara lain ada aturan mengenai seberapa besar ikan yang boleh ditangkap. Tapi di sini kami menangkap semua," kata Kanang kepada wartawan BBC Indonesia, Rebecca Henschke.

Incaran Interpol

FV Viking ditangkap salah satu kapal perang jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat, yaitu KRI Sultan Thaha Saifudin-376, pada 25 Februari lalu. Penangkapan itu disebut-sebut sebagai yang terpenting sejak pemerintah Indonesia melancarkan penenggelaman terhadap lebih dari 100 kapal pencuri ikan dua tahun lalu.

Pasalnya, FV Viking merupakan target incaran polisi internasional atau Interpol berdasarkan permintaan pemerintah Norwegia.

Hak atas foto AFP
Image caption Kapal nelayan asal Vietnam ditenggelamkan di Pulau Anambas, Kepulauan Riau, 2014 lalu.

Selama ini FV Viking merupakan satu dari enam kapal yang digunakan untuk menangkap ikan toothfish Antartika dan tootfish Patagonia yang langka. Dari informasi Interpol, kapal tersebut sudah 13 kali berganti nama, 12 kali berganti bendera dan 8 kali berganti call sign.

Untuk memastikan FV Viking merupakan kapal yang selama ini diincar, anggota Interpol dari Norwegia dan Afrika Selatan dilaporkan telah datang ke Indonesia. Hasilnya, tidak diragukan bahwa FV Viking adalah kapal yang dipakai untuk pencurian ikan.

Para kru kapal yang terdiri dari lima orang asal Argentina, Peru, Myanmar, dan enam warga Indonesia akan dijerat menggunakan hukum tentang perkapalan dan perikanan.

Hak atas foto BBC INDONESIA
Image caption Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa penenggelaman FV Viking adalah bukti bahwa dia tidak takut menenggelamkan kapal-kapal besar dalam rangka ‘perang’ terhadap pencurian ikan.

Penenggelaman

Dalam wawancara eksklusif dengan BBC, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa penenggelaman FV Viking adalah bukti bahwa dia tidak takut menenggelamkan kapal-kapal besar dalam rangka ‘perang’ terhadap pencurian ikan.

“Kalau saya sih berani saja,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah tak lagi perlu menempuh jalur pengadilan untuk menenggelamkan kapal pencuri ikan.

“Karena kita sudah ada satgas dan presiden sudah perintahkan langsung tangkap dan tenggelamkan, seperti Viking ini akan langsung kita tenggelamkan tidak langsung pengadilan lagi.”

Berita terkait