Temui Kapolda Papua, Komnas HAM selidiki penembakan di Sinak

Hak atas foto AFP
Image caption Kekuatan gabungan TNI-Polri, menurut Kepala Penerangan Kodam Cendrawasih, Kolonel Teguh Pudji, dikerahkan untuk mencari pelaku penembakan di Sinak.

Komisi Nasional untuk hak asasi manusia (Komnas HAM) berencana menemui Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw pada Kamis (17/03) untuk membahas kasus penembakan yang menewaskan empat pekerja konstruksi di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, pada Senin (14/03) lalu.

Ketua Komnas HAM, Nur Kholis, mengatakan pertemuan tersebut direncanakan berlangsung di Jayapura, Provinsi Papua.

“Ada empat orang dari Komnas HAM yang akan menemui Kapolda Papua hari ini untuk membicarakan langkah-langkah yang lebih konkret. Di Jakarta, kami juga sedang memikirkan tindakan apa yang tepat untuk itu. Kami pelajari dulu kasus ini,” ujar Nur Kholis kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.

Penembakan yang menewaskan empat orang terjadi di Desa Agenggen, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua, pada Senin (14/03).

Seperti dipaparkan Kepala Penerangan Kodam Cendrawasih, Kolonel Teguh Pudji, keempat orang tersebut merupakan karyawan PT Modern yang tengah membuat jalan dari kawasan pegunungan Sinak ke Mulia.

Ketika mereka sedang bekerja, ada sekelompok orang datang menyerang menggunakan senjata api. Mendengar letusan, masyarakat sekitar melapor ke Koramil di Sinak. Lalu, dengan kekuatan gabungan TNI-Polri, sebanyak 40 personel mengejar penyerang.

“Karena medan yang tinggi dan tidak ada jalan, kami melakukan penyisiran. Tapi, (para pelaku) belum ditemukan,” kata Teguh.

Hak atas foto Reuters
Image caption Insiden penyerangan di Sinak yang menewaskan empat pekerja konstruksi terjadi tiga bulan setelah Mapolsek Sinak diserang sekelompok orang bersenjata.

Menurut Teguh, berdasarkan keterangan saksi mata, para pelaku berjumlah sekitar 10 orang dan membawa senjata api. Belum diketahui siapa mereka. Pun belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden itu.

Adapun para korban bernama Anis selaku pimpinan proyek di Sinak, Andi selaku operator buldoser, Daud sebagai asisten operator buldoser, serta David sebagai operator eksavator.

Penyerangan

Penyerangan Sinak yang menewaskan empat pekerja konstruksi terjadi tiga bulan setelah Mapolsek Sinak diserang sekelompok orang bersenjata. Dalam serangan itu, tiga polisi meninggal dunia.

Aksi penyerangan menjelang akhir tahun yang menewaskan polisi di Kabupaten Puncak juga pernah terjadi, pada Desember 2014 lalu.

Ketika itu, dua anggota Brimob ditembak mati beberapa orang bersenjata di Ilaga, Kabupaten Puncak.

Berita terkait