Di Inggris, Presiden Jokowi akan bicara di Organisasi Maritim Internasional

Presiden Joko Widodo Hak atas foto Reuters
Image caption Presiden Joko Widodo rencananya juga akan 'blusukan'; di London.

Presiden Joko Widodo akan tiba di Inggris Raya, Senin 18 April, setelah melakukan kunjungan satu hari di Jerman untuk mengawali lawatannya ke kawasan Eropa.

Selama di London, presiden melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, dan bertemu dengan para anggota parlemen, seperti dijelaskan Duta Besar RI untuk Inggris Raya, Dr Rizal Sukma.

Selain itu presiden juga akan memaparkan pandangan pemerintah Indonesia kepada kalangan keuangan dan usaha Inggris serta berpidato di kantor Organisasi Maritim Internasional, IMO.

"Semua agenda itu dimaksudkan untuk, pertama, membangun hubungan kerja sama yang lebih dalam dan kemudian yang kedua, akan lebih fokus untuk memperkuat hubungan di bidang perdagangan, investasi, kerja sama maritim, serta ekonomi kreatif antar kedua negara," jelasnya kepada wartawan BBC, Liston P Siregar.

Kunjungan Presiden Joko Widodo ini merupakan balasan dari lawatan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, pada akhir Juli tahun lalu, yang berbuah tercapainya beberapa kerangka kerja sama.

Hak atas foto Reuters
Image caption Sebelum ke London, Presiden Joko Widodo mengunjungi Jerman, dan seterusnya ke Belgia dan Belanda.

"Jadi kunjungan dan pertemuan di London lebih mengarah pada implemantasi dari kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai dalam pertemuan sebelumnya di Jakarta," kata Dr. Rizal Sukma.

Rencananya ada empat MOU atau Nota Kesepahaman yang akan ditandatangi dalam lawatan Presiden Indonesia di Inggris Raya.

Keempatnya adalah tentang kerja sama pendidikan tinggi, olahraga, perikanan, dan ekonomi kreatif.

Presiden Jokowi rencananya juga akan melakukan 'blusukan' di London sebelum melanjutkan lawatan ke Belgia, Rabu 20 April, dan ditutup dengan lawatan di Belanda.

Berita terkait