Istana Presiden pahami kekecewaan mama-mama Papua

Hak atas foto BIRO PERS KEPRESIDENAN
Image caption Presiden Jokowi meletakkan batu pertama untuk pembangunan Pasar Mama-mama Papua.

Istana Presiden memahami kecewaan sejumlah pedagang saat Presiden Joko Widodo membuka pembangunan Pasar Mama Papua di Kota Jayapura, Sabtu (30/04).

"Kami memahami suasana kebatinan mama-mama dan minta maaf atas kekecewaan tersebut, tetapi sebetulnya protokoler sudah mengakomodir melalui wakil yang ditunjuk oleh presiden sendiri untuk tanya jawab di acara tersebut karena memang presiden masih ada tiga acara lagi yang menunggu,” kata Jaleswari Pramodhawardani, selaku deputi V bidang politik, hukum, pertahanan keamanan, dan HAM kantor staf kepresidenan.

Sebelumnya, Yuliana Pigay, wakil mama-mama Papua yang mendampingi Presiden Jokowi meletakkan batu pertama pembangunan pasar, mengaku sedikit kecewa tak sempat menyampaikan aspirasi yang disiapkan para mama dan tak berkesempatan menampilkan tarian para mama yang sebenarnya sudah berlatih beberapa malam.

Yuliana juga mengungkapkan kekagetannya, bahwa ternyata disiapkan juga pembangunan sebuah hotel yang menggunakan nama Hotel Mama-mama. Mereka mengaku sama sekali tidak tahu rencana pembangunan hotel itu. Mereka baru menyadarinya setelah melihat gambar besar yang dibentang saat peresmian.

Hak atas foto VICTOR MAMBOR
Image caption Selain pembangunan pasar, ada pula pembangunan Hotel Mama-Mama Papua.

Menanggapi hal itu, Jaleswari menekankan pentingnya koordinasi dan transparansi informasi.

”Salah satu hal penting dari peristiwa ini, saya kira koordinasi dan transparansi informasi yang selalu didorongkan presiden agar seluruh proses berjalan baik di tingkat pusat-daerah, antara pemerintah dan masyarakat, harus mulai menjadi ruh dari proses pembangunan di tanah Papua ini,” ujarnya kepada BBC Indonesia.

Menurut Jaleswari, kejelasan informasi bisa dilakukan dan diperbaiki.

Peletakan batu pertama pembangunan Pasar Mama-Mama Papua dilakukan di lokasi lahan Damri, di Jalan Percetakan, Kota Jayapura, sekitar 100 meter dari lokasi sementara yang digunakan para mama Papua sejak sekitar dua tahun.

Berita terkait