Teman Ahok lampaui target, kumpulkan lebih dari satu juta KTP

Teman Ahok Hak atas foto BBC INDONESIA
Image caption Teman Ahok kumpulkan lebih dari satu juta KTP sampai Minggu (19/06).

TemanTeman Ahok berhasil melampaui target pengumpulan satu juta KTP dukungan bagi pencalonan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk maju sebagai calon perorangan dalam Pemilihan gubernur Jakarta 2017 mendatang. Dalam penghitungan yang dilakukan sampai Minggu (19/06) sore jumlah KTP warga DKI yang dikumpulkan Teman Ahok mencapai 1.024.632 buah.

Pengumpulan KTP oleh Teman Ahok selama satu tahun, dan sampai Minggu sore, masih banyak warga yang datang untuk mengumpulkan KTP di acara yang digelar di Pejaten Jakarta Selatan.

Inisiator Teman Ahok mengatakan KTP yang terkumpul ini ini dapat digunakan sebagai 'tiket' bagi Ahok untuk dapat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2021.

"KTP yang dikumpukan oleh Teman Ahok bukan milik teman Ahok, tetapi milik raykat Jakarta dan bisa digunakan sebagai kendaraan politik jika ditandatangi Pak Ahok sendiri, Teman Ahok hanya yang mengumpulkan dan menfasilitasi," jelas pernyataan tersebut.

Hak atas foto BBC INDONESIA
Image caption Ahok bersama dengan salah seorang pengagas TEman Ahok ; Amalia Ayuningtyas.

Salah seorang pengagas Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas mengatakan meski berhasil mengumpulkan KTP lebih dari satu juga, Teman Ahok tidak menganggapnya sebagai hutang politik.

"Menjadikan bapak Basuki menjadi Gubernur 2017-2021 tanpa hutang politik kata hutang politik perlu kami tegaskan agar bapak ahok dapat menjadi gubernur yang mandiri dan tidak tersandera oleh kepentingan politik bahkan oleh Teman Ahok sendiri, hutang Ahok hanya kepada rakyat yang memilihnya secara langsung, bukan yang menyediakan tiket," jelas Amalia.

Teman Ahok mengatakan akan tetap mendukung Ahok, terlepas jalur mana yang akan diambil oleh Gubernur DKI Jakarta itu, independen ataupun melalui parpol.

Meski demikian, Teman Ahok mengatakan agar parpol juga memperhatikan aspirasi dan menjaga kepercayaan rakyat.

Hak atas foto BBC INDONESIA
Image caption Selah seorang pendukung Ahok tengah mengisi formulir penyerahan KTP.

"Dengan verifikasi yang dipersulit, jalur parpol bisa disebut sebagai jalan tol, tetapi kami berharap parpol jangan hanya deklarasi dengan ucapan saja," jelas salah seorang Teman Ahok Singgih Widiyastono.

Sampai saat ini tiga parpol sudah menyatakan dukungan terhadap Ahok untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta periode mendatang.

Sementara itu Ahok menjelaskan masih terbuka peluang jalur mana yang akan dipilih untuk maju sebagai Gubernur, independen ataupun melalui parpol.

"Begitu terkumpul ini luar biasa, Teman Ahok ini tak mudah kumpulkan satu juta fisik, kalau saya disuruh pilih; pilih teman ahok tapi gagal jadi gubernur atau jadi gubernur meninggalkan Teman Ahok saya pilih tak jadi gubernur, saya sudah tegaskan ini berkali-kali," jelas dia.

Hak atas foto BBC INDONESIA
Image caption Jumlah KTP yang dikumpulkan oleh Teman Ahok, diperlihatkan di acara Minggu sore.

"Nanti selanjutnya apakah kita akan proses verifikasi atau tidak, kita awalnya kan suudzhon ya, kita khawatir kalau kita tidak mengajukan independen, kalau pas satu bulan kemudian partai membatalkan mengusung saya, kita selesai - meski saya tidak percaya teman-teman (parpol) akan lakukan itu juga - tapi kalau itu terjadi pun, saya rela tidak dipilih ga apa-apa juga," kata Ahok.

Ahok pun mengaku sejak awal telah menyatakan agar pendukungnya tidak menggunakan namanya untuk mengumpulkan dana.

"Saya tidak mau menjual nama saya untuk ngumpulin duit, karena ada beberapa buka rekening bank itu nampungin uang, maka kalau ada yang menfitnah teman ahok menerima duit, itu bertentangan dengan kesepakatan kami, ini sudah diperiksa," kata Ahok.

Belakangan ini Teman Ahok mendapatkan sorotan menyusul pemberitaan yang menuduh Teman Ahok menerima dana sebesar 30 Milliar rupiah. Tetapi, Singgih mengatakan pengumpulan dana dilakukan secara transparan dan mencapai Rp 5 milliar.

Berita terkait