Ratusan titik panas bermunculan di Sumatera

Hak atas foto Satgas Udara Riau
Image caption Kebakaran hutan yang terpantau Satgas Udara Riau di Kabupaten Bengkalis, Senin (08/08).

Ratusan titik panas yang menjadi penanda bahwa wilayah tersebut sedang mengalami kebakaran terpantau bermunculan di Pulau Sumatera sejak Minggu (07/08) hingga Senin (08/08).

Berdasarkan laporan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), satelit Modis mendeteksi 232 titik panas atau hotspot yang tersebar di Sumatera, pada Minggu (07/08). Dari jumlah tersebut, 53 titik di antaranya berada di Sumatera Selatan dan 45 titik di Provinsi Riau.

Pada Senin (07/08), jumlah titik panas menurun menjadi 173 titik. Sebanyak 51 titik berada di Sumatera Selatan, 40 titik di Bangka dan Belitung, serta 22 titik di Riau.

Hak atas foto Satgas Udara Riau
Image caption Kebakaran lahan di Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Senin (08/08).

Perbedaan jumlah titik panas diperlihatkan data satelit badan kelautan dan atmosfer Amerika Serikat (NOAA). Walau demikian, data itu menunjukkan tren hotspot yang terus menanjak. Pada Kamis (04/08), jumlah titik panas di Sumatera mencapai dua titik. Namun, selama tiga hari berikutnya jumlah titik panas bertambah menjadi 14, 23, dan 34 titik.

Sutopo Purwo Nugroho, selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengatakan jumlah titik panas saat ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan periode yang sama pada 2015 lalu.

“Selama 1-7 Agustus 2015 jumlah hotspot di Indonesia mencapai 14.451 titik, namun pada periode 1-7 Agustus 2016 hanya ada 491 titik. Bahkan pada Agustus 2015 jumlahnya mencapai 14.451 titik. Penurunan jumlah hotspot saat ini disebabkan upaya pencegahan dan pemadaman karhutla yang lebih baik dibandingkan tahun 2015,” kata Sutopo.

Dia juga menyebutkan adanya anomali cuaca dan pengaruh La Nina yang menyebabkan lahan tetap basah sehingga sulit terbakar. Sebaliknya pada tahun 2015 terjadi El Nino hebat sehingga curah hujan menurun dan cuaca sangat kering serta mudah terbakar.

Berita terkait