WNI diculik di Laut Sulu

Hak atas foto EPA
Image caption WNI yang sempat disandera oleh kelompok Abu Sayyaf turun dari pesawat pada awal Mei 2016 lalu.

Sekelompok pria bersenjata yang tak dikenal menculik pelaut Indonesia di Laut Sulu, kata pejabat.

Menurut Dubes Indonesia untuk Malaysia, Herman Prayitno, seperti dikutip AFP, penculikan terjadi pada Rabu (3/8) di perairan timur laut negara bagian Sabah.

"(Kapal) dihentikan oleh perahu yang mengangkut empat pria bersenjata," kata Prayitno pada AFP.

Para penculik menyandera kapten kapal asal Indonesia setelah gagal mendapat 10.000 ringgit yang mereka minta, kata Prayitno.

Para pelaku kemudian melepas dua kru lain, seorang WNI dan satu warga Malaysia.

Pada BBC Indonesia, juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan lewat pesan bahwa, "Kita sudah ketahui hal ini. KJRI kita di Malaysia dan Filipina sedang koordinasi dengan kepolisian dan otoritas setempat. Yang ditahan adalah kapten kapal dari kapal berbendera Malaysia."

Sebelumnya, pada Juli lalu, sejumlah orang bersenjata telah menculik tiga orang warga Indonesia di wilayah perairan bagian timur negara bagian Sabah, Malaysia.

Dan Kementerian Luar Negeri sampai sekarang masih melakukan penanganan terhadap tujuh sandera WNI sekaligus awak kapal TB Charles yang diculik pada akhir Juni lalu.

Awal Juli lalu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo membantah bahwa seringnya warga negara Indonesia menjadi korban penyanderaan dari kelompok yang diduga Abu Sayyaf disebabkan oleh anggapan bahwa pemerintah akan membayar tebusan terhadap nyawa para sandera tersebut.

Pemerintah Indonesia pun berupaya membebaskan 10 WNI yang disandera di Filipina dengan meminta bantuan kepala Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), Nur Misuari.

Berita terkait