Ledakan kapal feri di Bali diduga kecelakaan

Hak atas foto GITA ELSHANTI
Image caption Ledakan berasal dari tangki bahan bakar, kata Kapolres Karangasem.

Insiden ledakan yang menimpa sebuah kapal feri di perairan Padang Bai, Kabupaten Karangasem, pada Kamis (15/09) pagi, diduga merupakan kecelakaan.

Hal itu disebutkan Kapolres Karangasem, Sugeng Sudarso, saat merujuk pada ledakan yang menyebabkan seorang turis meninggal dunia.

“Sejauh ini diduga adalah karena kecelakaan. Tidak ditemukan unsur kesengajaan,” ujarnya, kepada seorang wartawan di Bali, Gita Elhasni.

Sugeng mengatakan pihaknya masih menyelidiki kejadian itu dengan melibatkan pihak Gegana Polri, seraya meminta kesaksian para penumpang.

Adapun para awak kapal tak luput dari pemeriksaan.

“Saat ini kita sedang memeriksa nakhoda dan awak kapal lainnya untuk memerinci penyebabnya,” kata Kapolres Karangasem.

Hak atas foto GITA ELHASNI
Image caption Puluhan korban cedera berasal dari berbagai negara.

Awak kapal yang diperiksa adalah Totok Wasito (nakhoda), Sugiarto (Kepala Kamar Mesin), Nyoman Supartika (Deckhand 1), dan Kadek Kris (Deckhand 2).

'Mengeluarkan asap'

Kapal cepat 'Gili Cat2' itu mengangkut 35 turis asing yang hendak menyeberang dari Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, Bali, ke Gili Trawangan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sekitar pukul 09.25 Wita.

Namun, lima menit setelah lepas dari pelabuhan atau 200 meter dari pantai, kapal mengeluarkan asap dan kemudian terjadi ledakan.

Hak atas foto GITA ELHASNI
Image caption Seluruh 35 penumpang kapal tersebut berasal dari mancanegara.

”Berdasarkan kesaksian (dari para penumpang) dan dari apa yang saya lihat di lokasi kejadian, ledakan berasal dari tangki bahan bakar. Di atasnya ada aki sehingga mungkin ada korsleting yang berdampak pada tangki bahan bakar,” kata Kapolres Sugeng Sudarso, sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Ledakan itu menyebabkan seorang turis meninggal dunia dan puluhan lainnya cedera.

Para korban cedera kini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, antara lain RS Bros di Denpasar, Kasih Ibu (Gianyar), Family Husada (Denpasar) dan BIMC (Kuta).

Dari 35 orang penumpang, dua orang berasal dari Spanyol, sembilan asal Inggris, empat dari Prancis, enam orang Italia, empat orang berkewarganegaraan Portugal, dua warga Jerman, dua orang Irlandia, dua dari Belanda, dan empat asal Austria.

Berita terkait