Situs Mega gantikan Megaupload

kim_dotcom
Image caption Kim Dotcom mengatakan tidak ada yang salah secara hukum dengan situs yang baru diluncurkannya.

Pemilik dan pengelola situs Megaupload, Kim Dotcom akan segera meluncurkan secara resmi situs baru tempat pengguna bisa melakukan penyimpanan dan juga berbagi data file.

Situs baru bernama Mega ini menurut Dotcom mempunyai fungsi yang sama dengan situs sebelumnya Megaupload yang telah ditutup pada bulan Januari lalu karena tersangkut masalah terkait isu hak cipta.

Mega rencananya akan bisa diakses secara online pada hari Minggu (20/01) sore dan kemudian Dotcom akan menggelar acara peluncurannya secara resmi di Selandia Baru yang menjadi tempat tinggalnya saat ini.

Dotcom mengatakan situsnya kali ini sudah mematuhi rambu hukum yang ada dan dia memperingatkan segala usaha untuk menutup situs barunya itu akan percuma.

"Peringatan ini bukan ingin menunjuk kepada AS atau Hollywood," kata Dotcom kepada Reuters hari Sabtu (19/01).

"Secara hukum tidak ada hal yang bisa digunakan untuk menutup situs kami. Situs ini punya hak untuk tetap ada sama dengan situs sejenis seperti Dropbox, Boxnet dan yang lainnya."

Dibanjiri peminat

Sejam setelah situs itu diluncurkan, Dotcom menyampaikan kabar dalam akun Twitternya bahwa ada 250 ribu pendaftar baru pada situs Mega.

Mega memang tidak bisa menampung semuanya karena keterbatasan kapasitas server yang dimilikinya.

Namun Dotcom mengatakan para pengguna Mega akan mendapatkan jatah 50 gigabit untuk menyimpan file mereka dan ini jauh lebih besar dari yang ditawarkan oleh situs pesaingnya seperti Dropbox atau SkyDrive.

Situs milik Dotcom sebelumnya, Megaupload ditutup tahun 2012 lalu karena menurut penegak hukum AS banyak pengguna situs itu memanfaatkan produk bajakan dan secara ilegal kemudian membaginya dengan pengguna lain.

Pemerintah AS menuduh Dotcom dan pegawai lainnya di Megaupload telah mengambil keuntungan lewat pembajakan produk.

Dotcom telah membantah tuduhan tersebut dan saat ini dia tengah memperjuangkan secara hukum haknya untuk tetap tinggal di Selandia Baru tempat dimana dia menjalankan Megaupload.

Pada bulan Maret rencanannya akan digelar sidang yang akan membahas apakah dia bisa diekstradisi ke AS.

Berita terkait