Bursa saham Jepang anjlok karena penguatan Yen

Hak atas foto Reuters
Image caption Penguatan mata uang Yen membuat bursa saham Jepang anjlok.

Indeks Nikkei 225, Jepang, menjadi salah satu indeks di bursa saham Asia yang anjlok pada pembukaan pasar, Kamis (10/12). Penguatan mata uang Yen -yang berakibat pada menurunnya nilai ekspor- disebut sebagai penyebabnya.

Menguatnya Yen membuat eksportir besar kewalahan karena produk mereka semakin mahal di luar negeri.

Nikkei 225 dibuka melemah 0,96% di level 19.115,48 pada awal perdagangan sementara niulai dolar meleah terhada Yen.

Di kawasan Asia Pasifik, bursa saham Australia juga menunjukkan pelemahan meskipun tingkat angka ketenagakerjaan negeri kanguru itu membaik.

Tingkat pengangguran Australia berada di level 5,8% pada bulan November, turun dari bulan sebelumnya, 5,9%. Jumlah pengangguran bulan kesebelas adalah yang terendah dalam setahun terakhir.

Badan Pusat Statistik Australia juga menyatakan, November lalu, mencatat 71.400 lapangan pekerjaan baru. Nilai mata uang Dollar Australia juga naik lebih 1% terhadap Dollar Amerika.

Sementara di Cina, sentimen investor yang beragam membuat indeks Hang Seng Hong Kong naik tipis 0,05% di level 21.813,12, dan indeks Kospi Korean, turun 0,07% ke posisi 1.946,28.

Apa yang terjadi di pasar regional Kamis (10/12), juga membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia juga dibuka di zona merah, dengan melemah cukup dalam 0,51% atau 22,62 poin ke level 4.441,57.

Sebelumnya indeks ditutup turun tajam 1,26% sebesar 57,21 poin ke posisi 4.464,18 pada perdagangan Selasa (8/12).

Hak atas foto EPA
Image caption Tidak hanya di Jepang, pelemahan juga terjadi di bursa Australia dan Korea Selatan.

Berita terkait

Tautan inernet terkait

BBC tidak bertanggung jawab atas konten internet luar