Didenda karena melacak pengguna internet di bawah 13 tahun

Mattel Hak atas foto Mattel
Image caption Mattel dijatuhi denda sebesar US$250.000 atau sekitar Rp3 miliar.

Tiga produsen mainan anak dan pemilik saluran TV Nickleodeon dinyatakan bersalah karena situs internet mereka dilengkapi teknologi pelacakan pengguna.

Jaksa Agung New York mengatakan tiga dari empat perusahaan tersebut dijatuh hukuman denda dan sepakat membayar total US$835.000 atau sekitar Rp11 miliar sebagai konsekuensinya.

Amerika Serikat melarang situs internet dengan sasaran pengguna di bawah 13 tahun untuk menghimpun informasi tentang mereka tanpa izin orang tua.

Penyelidikan atas situs-situs lain masih sedang berlangsung.

"Saat ini anak-anak hidup dengan internet dan kita harus menjaga internet seperti kita menjaga jalanan kita," kata Eric Schneiderman.

"Saya tidak mau ada arsip tentang seorang anak pun yang belakangan bisa digunakan untuk menipu mereka."

Perusahaan yang terlibat adalah:

  1. Mattel - teknologi pelacakan ditemukan di situs internet Barbie, Hot Wheels, Fisher-Price, Monster High, Ever After High, dan Thomas & Friends. Dikenai denda US$250.000.
  2. Viacom - teknologi pelacakan ditemukan di situs Nick Jr dan Nickelodeon, yang berisi halaman untuk siaran TV Dora the Explorer, Spongebob Squarepants, dan Teenage Mutant Ninja Turtles. Didenda US$500.000.
  3. Hasbro - teknologi pelacakan ditemukan di situs yang mempromosikan Nerf. Tidak dikenai denda.
  4. Jumpstar - teknologi pelacakan di situs Neopets dan ada plug-in yang mengirim data tentang pengguna ke Facebook. Dijatuhi denda US$85.000.

Keempat perusahaan sudah menandatangani surat persetujuan untuk memeriksa situs mereka terkait teknologi pengumpulan data untuk mencegah praktik ilegal itu terjadi kembali di masa depan.

Berita terkait