Migran ekonomi vs pengungsi

Pengungsi Suriah
Image caption Pengungsi Suriah tersebar di sejumlah negara, termasuk Yordania dan Turki.

Partai Independen Inggris (UKIP) yang selama ini menentang keras arus pendatang asing ke Inggris membuat kejutan dengan mengatakan Inggris seharusnya menerima pengungsi Suriah.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh pemimpin partai Nigel Farage. Ia mengatakan negara-negara Barat, termasuk Inggris, harus menerima alokasi warga Suriah yang melarikan diri kecamuk peperangan di negara mereka.

Namun Farage tidak menyebut jumlah pengungsi yang seharusnya ditampung Inggris.

Pernyataan tersebut tentu mengejutkan karena selama ini partai kanan jauh, yang belakangan semakin mendapat simpati masyarakat ini, biasanya menentang keras kedatangan para imigran ke Inggris.

UKIP berpendapat lewat kebijakan imigrasi yang longgar maka jumlah imigran di Inggris terlalu besar sehingga merongrong identitas keinggrisan setempat.

Akan tetapi, kata Nigel Farage, pengungsi seperti kasus Suriah merupakan "hal yang sangat berbeda".

Masalah sosial

Dalam hal ini saya setuju dengan pandangan tersebut bahwa status pengungsi memang sangat berbeda.

Pengungsi melarikan diri karena khawatir akan keselamatan nyawanya, sedangkan migran biasanya dikaitkan dengan berpindah ke negara lain guna mencari keuntungan ekonomi, meskipun tidak selamanya begitu.

Image caption Nigel Farage menentang keras kebijakan imigrasi yang berlaku di Uni Eropa.

Persoalan imigran ekonomi ini semakin menjadi masalah peka di Inggris belakangan setelah mulai 1 Januari ini, warga Rumania dan Bulgaria bebas masuk ke Inggris tanpa visa. Kedua negara tersebut merupakan anggota baru Uni Eropa.

Jumlah imigran di Inggris dikhawatirkan akan semakin membengkak sehingga akan menyedot segala sumber daya umum, fasilitas gratis dan menambah persoalan sosial seperti kerukunan bermasyarakat, pengangguran serta kejahatan.

Tanpa pembatasan visa, penduduk dari negara-negara anggota Uni Eropa dikhawatirkan akan berbondong-bondong ke Inggris untuk mencari kerja dan mengakses sistem pendidikan maupun kesehatan.

Begitulah kira-kira asumsi yang dikeluarkan oleh kelompok-kelompok kanan.

Namun Bulgaria mengecam apa yang disebut sebagai "histeria massal" dan mengatakan kedatangan warga Bulgaria dan Rumania ke Inggris pada tahun baru 2014 "bermotifkan politik" yang dibantu dihembuskan oleh media kanan.

Di Inggris, seperti di negara-negara Barat lain, masalah imigrasi menjadi salah satu isu seksi untuk menarik simpati dan dukungan lebih-lebih menjelang ajang politik seperti pemilu.

Padahal bila dipikir secara rasional, pendatang mempunyai andil besar dalam menggerakkan roda perekonomian suatu negara.