Memberantas 'wisata kesehatan'

Rumah sakit di Inggris
Image caption Rumah sakit selama ini tidak diwajibkan menarik pembayaran dari pasien.

Selembar blangko dan pena disodorkan oleh seorang petugas administrasi di bagian Gawat Darurat di Royal Kingston Hospital, sebuah rumah sakit pemerintah di London barat daya.

Saya isi baris demi baris formulir itu.

Intinya saya, yang membubuhkan tanda tangan, harus menanggung semua biaya pengobatan keponakan saya bila ternyata keponakan saya tidak berhak mendapatkan pelayananan kesehatan gratis di negeri Inggris.

Tidak dijelaskan berapa biaya yang kira-kira mesti saya bayar, tetapi saya bayangkan besar.

Pertama, melihat dari skala keseriusan masalah kesehatan yang dialami keponakan, yang kedua membandingkan harga layanan serupa di rumah sakit swasta.

Tapi atas dasar keselamatan, tak ragu-ragu saya bubuhkan tanda tangan, walaupun sebelumnya hanya perlu menyebutkan nama dan keluhan yang dialami kepada petugas administrasi.

Pengisian formulir seperti ini sekarang menjadi praktik rutin di rumah sakit-rumah sakit yang dioperasikan oleh NHS, layanan kesehatan nasional Inggris.

Wisata kesehatan

Layanan kesehatan ini diberikan secara cuma-cuma, apapun penyakitnya. Ini berlaku bagi pengunjung dari luar negeri maupun imigran begitu menginjakkan kaki di tanah Inggris atau setidaknya, tak lama setelah tiba di negeri ini.

Image caption Dokter memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada setiap pasien yang datang.

Sumber dananya adalah pajak penghasilan dari setiap warga yang mencucurkan keringat.

Dana yang tersedot untuk membiaya perawatan dan pelayanan kesehatan bagi orang asing mencapai £2 miliar per tahun atau sekitar Rp39,8 triliun.

Di antara biaya tersebut, Rp5,9 triliun di antaranya dikeluarkan untuk biaya kesehatan bagi orang asing yang sengaja masuk ke Inggris untuk mendapatkan perawatan atau dikenal dengan istilah 'wisata kesehatan'.

Pelan-pelan praktik itu akan diminimalkan dan sekarang mulailah rumah sakit diperintahkan meminta jaminan pembayaran pasien.

Dan mulai kuartal pertama tahun 2015, pasien warga asing, yang tidak berhak mengakses layanan kesehatan gratis, harus bersiap-siap merogoh kocek bila berobat di Inggris.

Tidak hanya itu, mereka harus siap membayar 150% di atas harga yang seharusnya dibayar.

Secara pribadi saya tidak menentang langkah tersebut, tetapi saya khawatir masalah penarikan biaya pasien ini mungkin akan mengganggu layanan kesehatan yang seharusnya dinomorsatukan.

Selama ini NHS tidak terbiasa menangani masalah administrasi keuangan seperti itu, sekarang harus siap maju melayani pasien dan sekaligus menarik duit.

Bila gagal menarik duit, rumah sakit akan dikenai denda.